Showing posts with label imam mahdi. Show all posts
Showing posts with label imam mahdi. Show all posts

Tuesday, February 3, 2026

IMAM MAHDI'S APPEARANCE




 According to Islamic tradition, Imam Mahdi's appearance is preceded by widespread injustice, corruption, and chaos, along with specific,,,Major Signs,, including the Sufyani's rise in Syria, the earth swallowing an army at Al-Baida, and a heavenly cry in Ramadan. He will emerge in Mecca,,,recognized by his physical features,, such as a wide forehead and aquiline nose, ultimately restoring justice before the end times.


Key Signs of Imam Mahdi's Appearance:
  • Global Chaos and Injustice: Widespread oppression, immorality, and terror, with injustice filling the earth.
  • The Sufyani: A descendant of the Umayyads who will cause,,great turmoil in Syria and be an enemy to the Ahlulbayt.
  • The Army of Al-Baida: An army sent to attack the Mahdi will be swallowed by the earth in a desert between Mecca and Medina.
  • Heavenly Cry: A voice from the sky in Ramadan, heard by everyone in their own language, announcing the Mahdi.
  • The Yamani: A leader who rises in Yemen to call people to the truth and supports the Mahdi.
  • Murder of the Pure Soul: A righteous person killed in Mecca near the Kaaba, acting as a direct sign of the impending emergence.
  • Physical Description & Background: He will be a descendant of Prophet Muhammad, likely named Muhammad bin Abdullah, possessing a wide forehead and a thin, hooked nose.
  • The Euphrates Gold: The Euphrates river will uncover a mountain of gold, causing conflict.
  • "Black Flags": The rise of forces, often described as coming from the East or Afghanistan, to aid him.
  • Return of Arab Lands: The Arabian Peninsula returning to being a land of rivers and fields.
These events are expected to occur in rapid succession, often cited as happening within a two-year period before his emergence.

 DOA DI MALAM 15 SYA'BĀN

Mawlana Syekh Muhammad Adil ar-Rabbani
2 Februari 2026 / 14 Sya’ban 1447 Hijriah
Subuh – Syekh Nazim Dergah; London, Inggris
As-Salāmu ‘Alaykum wa Rahmatullahi wa Barakātuh. A'ūdzu BiLlāhi Minash-shayṭānir-rajīm. Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Waṣ-Salātu was- Salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidil Awwalīna wal-Akhirīn. Madad yā RasūlAllāh, Madad yā Sādāti Aṣḥābi RasūliLlāh, Madad yā Mashāyikhinā, Dastūr Mawlana Syekh Abdullāh al-Fā’iz ad-Dāghistāni, Syekh Muḥammad Nāẓim Adil al-Ḥaqqānī. Madad. Ṭarīqatunā aṣ-Suḥbah
wal-Khayru fil-Jam'iyyah.
Malam ini adalah malam tanggal lima belas Sya’ban dalam penanggalan kita. Apa yang kita ketahui dan kita sebutkan dalam Al-Qur’an adalah malam yang penuh berkah. Segala sesuatu yang akan terjadi selama satu tahun untuk semua orang ditulis pada malam ini. Dengan hikmah Allah ﷻ, maka Allah ﷻ memberikan ilmu kepada manusia. Tetapi apa yang kita ketahui tidak ada apa-apanya bahkan setitik debu pun tidak sebanding dengan ilmu Allah ‘Azza wa-Jalla.
Kita tidak dapat membandingkannya sama sekali. Karena itulah, malam ini kita rayakan. Kita berdoa agar selamat di tahun ini. Selamat dari apa? Dari kekafiran, dari perbuatan buruk, dan dari apa yang membahayakan diri kita sendiri dan membahaya kan orang-orang di sekitar kita. Inilah yang pertama-tama kita doakan kepada Allah ﷻ agar tidak membuat kita menempuh jalan yang buruk dan menunjukkan jalan buruk ini kepada orang lain. Inilah yang tidak kita inginkan.
Kita memohon kepada Allah ﷻ, semoga Allah ﷻ tidak membuat kita seperti itu. Ini sangat penting. Selain itu, tentu saja, apa pun yang anda inginkan, kalian dapat berdoa untuk kesehatan. Untuk menjadi kaya. Kekayaan juga baik, tetapi banyak orang harus berhati-hati ketika mereka memiliki kekayaan agar tidak menjadi gila atau melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan. Kita melihat beberapa orang dengan uang mereka menjadi gila.
Sebagian orang yang tidak punya uang menjadi gila. Karena itu, jika Allah ﷻ telah memberikannya kepada kalian, maka bersyukurlah dan berhati- hatilah dalam membelanjakan dan ke mana anda pergi. Setiap kali kalian membelanjakan, niat anda haruslah untuk Allah ﷻ. Jangan lupakan ini. Ini sangat penting. Ketika kalian melakukan hal ini, setiap sen yang anda belanjakan untuk apa pun, Allah ﷻ akan memberi kalian pahala.
Jika kalian tidak mengingat ini, maka tidak akan ada keberkahan dan tidak ada manfaatnya. Manfaatnya terletak pada niatnya. Bahkan ketika kalian hidup dan mengingat segala sesuatu untuk Allah ﷻ, kalian dapat menikmati, kalian dapat melakukan segala sesuatu, tetapi niatnya haruslah untuk Allah ‘Azza wa-Jalla. Jangan lupakan. Maka bersyukurlah kepada Allah ﷻ. Berbuatlah untuk Allah ﷻ dan bersyukurlah kepada Allah ﷻ.
Bahwa Allah ﷻ telah memberi kita hal ini. Dan untuk memiliki kekuatan dalam beribadah, untuk membantu orang lain, untuk berada di jalan Allah ‘Azza wa-Jalla. Tetapi jangan berpikir bahwa semua itu berasal dari dirimu sendiri. Banyak orang berpikir demikian. Ini sangat penting karena jika Allah ‘Azza wa-Jalla tidak memberikannya kepada mu kaliana tidak dapat melakukan apapun. Kalian bisa sangat pintar, kalian bisa menyelesaikan.
Banyak Universitas, bekerja dan sebagainya, tetapi mereka tetap tidak memiliki apapun. Tetapi ketika Allah ﷻ menghendaki, bahkan jika kalian tidak tahu cara membaca, maka Allah ﷻ akan memberi kannya kepada kalian. Anda harus mengetahui hal ini. Segala sesuatu berasal dari Allah ﷻ. Dan Allah ‘Azza wa-Jalla memberi kepada sebagian orang dan sebagian orang lainnya tidak diberikan. Jadi ketika kalian memiliki sesuatu, kalian tidak boleh melupakan Allah ‘Azza wa-Jalla.
Anda harus selalu bersyukur kepada Allah ﷻ. Karena ketika kalian bersyukur kepada Allah ‘Azza wa-Jalla, maka Allah ﷻ akan memberi kalian lebih banyak lagi.
‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“La'in Shakartum La’ azīdannakum”.
(Qur’ān Surat 14:07).
“Jika kamu bersyukur, Aku pasti akan menambah nikmat kepadamu.” (Qur’ān Surah 14:07).
Allah ﷻ ‘Azza wa-Jalla berfirman demikian. Hal ini sangat penting. Semoga Allah ﷻ menjadikan tahun ini, sebagai tahun keberkahan Insya Allah. Setahun lamanya, Insya Allah, juga Mawlānā selalu berkata, setiap saat kita harus memohon kepada Allah ﷻ untuk mengirimkan penyelamat bagi kita, yaitu bersama Sayyidina Al-Mahdi alayhi salam. Ini sangat penting. Sekalipun kita memiliki segalanya, kita tetap menginginkannya datang.
Karena dunia saat ini telah berada dalam situasi yang sangat buruk. Di mana-mana telah menjadi seperti saling berhimpitan. Kita tidak akan dapat menemukan solusi tanpa Sayyidina Imam Mahdi alayhis-salām. Karena itu, setiap saat kita juga harus memohon kepada Allah ‘Azza wa-Jalla untuk mengirimkannya guna mengakhiri penindasan di dunia saat ini, Insya Allah untuk menegakkan keadilan dan cahaya Islam, Insya Allah. Semoga Allah ﷻ mengirimkannya, Insya Allah.
Wa min Allāh at-Tawfīq. Al-Fātiḥa.
Kredit : Sultan Ul Awliya Syeikh Muhammad Adil Haqqani Rabbani

Monday, February 2, 2026

 IMAM MAHDI







Secara zahirnya, kita semua kenal siapa itu Imam Mahdi. Manakala secara Ilmiah, hanya segelintir saja yg benar² mengenalinya.

Imam Mahdi tidak muncul dengan banyak nama, tidak muncul dengan awal pengenalannya, dia datang dengan membawa sempurna syariatnya...

Dia sendiri tidak mengenali dirinya adalah IM,
Dia sendiri tidak mengetahui Nasabnya,
Dia sendiri tidak menyedari apakah yg bakal dilakukan olehnya.


Apa yg dilakukan olehnya adalah mentaati Perintah Allah dan Rasulnya..

Dia yakin, suatu hari nanti panji Islam akan muncul.
Dia yakin, kebangkitan Islam akan menentang jajahan bangsa Laknatullah.
Dia yakin, syariat agama yg ASLI yg diikutinya.
Dia yakin, dengan tidak mengikuti sistem secara buta tuli akan memelihara AGAMAnya.
Dia yakin, akan perolehi kejayaan Dunia Akhirat dengan mentaati Perintah² Agama.

Suatu hari nanti apabila tiba masanya, dia dengan sendirinya akan bergerak ke tempat yg TELAH diperintahkan oleh Rasulullah saw.
Dia, akan bertembung dan bersama dengan orang² yg Beriman yg menjaga KEASLIAN SYARIAT, kearah yg telah DIJANJIKAN oleh Rasulullah Saw.

Dia, Akan bersama dengan Ahli² yg BERSEDIA.
Dia, Akan berada ditengah² mereka.
Dia, Diantara yg lebih Arif dalam Perintah Agama dan Petunjuk dari Allah swt ketika "Disana" nanti.

Dia, diantara yg paling TERASING diantara orang² yg beriman.
Iaitu Berimannya 12,000 orang Lelaki,
dan Berimannya 7,000 orang Perempuan.
          



Dan dia tidak akan dibaiah sebelum TIBA DISANA. Dan dia akan jadi IMAM kepada IMAM² yg memimpin jemaah² dari seluruh pelusuk bumi.


Kenalilah Pemimpin² kalian, cuba fahami setiap perinci ayat² yg telah sy sampaikan diatas. Ketahuilah, Imam Mahdi TIDAK AKAN DIBAIAH selagi KAMU SEMUA tidak sampai di tempat yg Diriwayatkan oleh Rasulullah Saw. Bahkan Nabi Isa juga TIDAK AKAN Diutus turun menjadi Makmumnya Imam Mahdi, selagi dia tidak dibaiah menjadi Imam Mahdi.
  


-Jazakallahu Khairon-

Kredit : Dakwah Tabligh








Sunday, January 4, 2026

 

Kenali Imam Mahdi sebenar

PENDAPAT paling tepat ialah al-Mahdi dilahirkan di Madinah daripada silsilah Nabi Muhammad SAW.
PENDAPAT paling tepat ialah al-Mahdi dilahirkan di Madinah daripada silsilah Nabi Muhammad SAW.

Imam al-Mahdi adalah seorang insan yang akan dilahirkan di akhir zaman bagi memberi petunjuk kepada manusia yang mula hilang arah dan tujuan sebenar beragama. Dengan kedudukan Imam al-Mahdi yang agong, kita diperlihatkan mutakhir ini ada sosok manusia yang mula mengaku secara langsung bahawa dia adalah Imam al-Mahdi. Tidak sekadar pengakuan yang biasa, bahkan mereka yang taasub mula menjadikannya sebagai 'tuan' sehingga Imam al-Mahdi palsu memiliki ramai pengikut yang sesat dan menyesatkan.

Pengakuan sesetengah manusia sebagai Imam al-Mahdi ini bukan hanya berlaku pada zaman ini sahaja, bahkan telah dikenali sejak zaman berzaman sebelum ini lagi. Di antara individu yang pernah membuat dakwaan bahawa dia adalah al-Mahdi ialah Ubaidullah bin Maimun al-Qaddah yang merupakan pengasas Daulah Fathimiyah. Muhammad bin Tumart membuat dakwaan jahat lagi dusta bahawa dirinya adalah al-Mahdi al-Muntazhar. Al-Mahdi kelompok Kaisan yang menyangka bahawa al-Mahdi adalah Muhammad bin al-Hanafiah. Kewujudan individu ini secara asasnya adalah keyakinan mereka bahawa akan turunnya Imam al-Mahdi, namun disebabkan ketaasuban, mereka dengan sendirinya melantik diri mereka sebagai al-Mahdi akhir zaman.

Imam al-Mahdi merupakan manusia yang akan muncul di akhir zaman sebagaimana hadis yang menceritakan perihal beliau. Peranan beliau adalah menguasai keseluruhan bangsa Arab sebagaimana sabda Nabi SAW yang bermaksud: "Dunia tidak akan berlalu pergi sehinggalah bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki daripada kalangan ahli baitku yang namanya bersamaan dengan namaku." (Hadis Riwayat al-Tirmizi)

Beliau akan turut serta memenuhi bumi dengan keadilan dan saksama selama tujuh tahun. Perkara ini berdasarkan hadis Baginda Nabi SAW yang bermaksud:  "Al-Mahdi daripadaku. Dahinya luas dan hidungnya mancung. Dia akan memenuhkan bumi dengan keadilan sebagaimana ia dahulunya dipenuhi dengan kezaliman dan dia akan menguasai selama tujuh tahun." (Hadis Riwayat Abu Daud)

Al-Mahdi ialah Muhammad bin Abdillah al-Alawi al-Hasani dari zuriat al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA. Di dalam kitab al-Tazkirah, al-Imam al-Qurthubi menyebut bahawa kelahiran Imam al-Mahdi adalah di negara Maghrib. Sebahagian ulama pula berkata bahawa al-Mahdi dilahirkan di Andalus. Walau bagaimanapun pendapat yang paling tepat ialah yang diriwayatkan daripada Abu Nu'aim daripada Hammad daripada Ali bin Abi Thalib RA bahawa al-Mahdi dilahirkan di Madinah.

ADVERTISEMENT

Kemunculan Imam Al-Mahdi adalah petunjuk kepada sekalian manusia yang mula hanyut dan terpalit dengan kezaliman yang banyak berlaku. Silsilah keturunan Imam Al-Mahdi ini adalah berdasarkan sabda Nabi SAW daripada Abdullah bin Mas'ud RA beliau berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda maksudnya: ‏ "Sekiranya tidak berbaki daripada dunia itu melainkan hanya satu hari nescaya Allah akan memanjangkan hari tersebut sehinggalah Dia mengutuskan seorang lelaki pada hari tersebut yang mana lelaki itu daripada kalangan aku – atau daripada ahli baitku – Namanya berbetulan dengan namaku dan nama bapanya berbetulan dengan nama bapaku. Dia akan memenuhi bumi dengan penuh adil dan saksama sebagaimana ia (bumi) dahulunya dipenuhi oleh kegelapan dan kezaliman." (Hadis Riwayat Abu Daud)

Menurut al-Imam Ibn Kathir Rahimahullah: Iaitu Allah mengampunkannya dan memberi taufiq kepadanya serta Allah memberi ilham dan petunjuk kepadanya sedangkan dia tidak diberikan perkara tersebut sebelumnya.

Diriwayatkan daripada Thauban RA beliau berkata, Rasulullah SAW telah bersabda maksudnya:  "Apabila kalian melihat panji-panji hitam telah datang dari arah Khurasan maka datangilah ia. Kerana sesungguhnya padanya terdapat Khalifah Allah al-Mahdi."  (Hadis Riwayat al-Hakim)

Berdasarkan perbahasan ulama, terdapat tanda-tanda yang terdapat pada Imam Al-Mahdi antaranya di bahagian bahu beliau terdapat tanda yang sama pada bahu Nabi SAW. Beliau akan berkumpul bersama Nabi Isa AS dan Nabi Isa akan bersolat di belakangnya. Pada ketika itu, penduduk bumi akan merasa cukup pada zaman kekuasaannya dan banyaknya keberkatan dari bumi akan keluar. Keistimewaan beliau juga ialah apabila menanam satu batang kayu di atas tanah yang kering lalu ia akan menjadi hijau dan berdaun.

Di antara sifat-sifat keperibadian al-Imam al-Mahdi adalah seperti berikut:

• Beliau merupakan seorang anak Adam.

• Dahinya luas dan hidungnya mancung.

• Kedua-dua matanya bercelak.

• Wajahnya bercahaya seakan-akan beliau adalah bintang yang menyinar.

• Di bahagian bahunya ada tanda seperti yang terdapat pada Rasulullah SAW.

• Warna kulitnya adalah warna orang Arab dan tubuhnya seperti tubuh orang Israel.

• Umurnya 40 tahun dan dalam sebahagian riwayat 30 hingga 40 tahun.

• Akhlak beliau menyerupai akhlak Nabi SAW.     

Al-Imam al-Hafiz Ibn Kathir di dalam kitab al-Fitan wal-Malahim, berkata: "Aku menyangka bahawa keluarnya al-Mahdi berlaku ketika turunnya Nabi Isa AS. Ini berasaskan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Radhiallahu anhu beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda maksudnya:  "Isa bin Maryam turun lalu berkata pemimpin mereka (Al-Mahdi): Marilah solat bersama kami. Lalu Isa berkata: "Tidak, sesungguhnya sebahagian kalian menjadi pemimpin atas sebahagian yang lain. Kemuliaan Allah kepada umat ini." (Hadis Riwayat Muslim)

Walau bagaimanapun, terdapat beberapa pandangan daripada ulama berkaitan kemunculan Imam al-Mahdi:

Pandangan pertama: Imam al-Mahdi adalah seorang pemimpin soleh yang Allah SWT utuskan untuk memenuhkan bumi dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman. Beliau menjadi seorang mujaddid (tokoh pembaharuan) untuk agama ini.

Ibn Khaldun menjelaskan bahawa pendapat yang masyhur di sisi umat Islam keseluruhannya kelak akan munculnya seorang lelaki daripada kalangan ahli bait yang akan menguatkan agama, menzahirkan keadilan dan diikuti oleh kaum Muslimin dan beliau akan menguasai ke atas kerajaan Islam. Beliau dinamakan sebagai Al-Mahdi. Sesungguhnya Isa akan datang selepasnya dan membunuh Dajjal atau Isa turun bersama-samanya (al-Mahdi) lalu dia membantunya untuk membunuh Dajjal dan Nabi Isa menjadi makmum kepada al-Mahdi semasa solatnya

Pandangan kedua: Mereka yang menolak kewujudan al-Mahdi dan menafikan kemunculannya pada akhir zaman disebabkan kelemahan dalam pemahaman terhadap hadis akhir zaman.

Justeru itu, Imam al-Mahdi merupakan salah satu tanda daripada tanda kiamat besar yang akan berlaku kelak. Maka kepercayaan terhadap kewujudannya adalah sebagaimana keimanan kita terhadap Hari Kiamat yang akan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Penulis  Pensyarah Kanan,  Fakulti Pengajian Bahasa Utama,  Universiti Sains Islam Malaysia (Usim)