Wednesday, April 1, 2026

KISAH RAJA HINDU YANG MELIHAT NABI MUHAMMAD SAW MEMBELAH BULAN DARI ISTANANYA DI INDIA.

 


Kisah dari seorang raja Hindu di India selatan, di Kerala. Namanya Cheraman Perumal, dan ia memerintah dinasti Chera. Ia dikenal di antara rakyatnya sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana.

Suatu malam, saat berdiri di balkon istananya, ia menyaksikan sesuatu yang luar biasa—bulan terbelah menjadi dua. Ia melihatnya dengan jelas, sebuah pertanda agung di langit.

Merasa gelisah dan bingung, ia berpaling kepada para pendeta dan penasihatnya, tetapi tak seorang pun dari mereka memiliki jawaban.

Pada hari-hari berikutnya, ia berbicara dengan para pedagang Arab yang datang untuk berdagang di sepanjang Pantai Malabar. Ketika ia menjelaskan apa yang telah dilihatnya, mereka mengatakan kepadanya bahwa jauh di Arab, seorang pria bernama Muhammad telah menyatakan dirinya sebagai Nabi Allah, dan bahwa terbelahnya bulan ini adalah salah satu tanda-tandanya. Itu persis sama dengan apa yang telah disaksikan raja.

Cheraman tidak menunda-nunda. Ia mengenali kebenaran ketika kebenaran itu menyentuh hatinya. Ia meninggalkan kerajaannya dan bepergian bersama para pedagang.

Perjalanannya panjang, tetapi akhirnya dia sampai di Madinah.

Di sana, ia bertemu dengan Rasulullah. Ia duduk bersama beliau, mengajukan pertanyaan, dan mendengarkan. Kemudian ia memeluk Islam. Ia mengambil nama Tajuddin Radialllahuanhu dan menjadi seorang Sahabat, seorang Muslim pertama dari tanah India.

Ia bermaksud untuk kembali ke Tanah kelahiran dan menyebarkan kebenaran, tetapi dalam perjalanan pulang Qadarullah ia jatuh sakit dan meninggal dunia. Tajuddin dimakamkan di Salalah, Oman - sebuah tempat yang hingga kini lebih menyerupai tanah hijau Kerala daripada gurun Arab. Penduduk Salalah masih mengetahui makamnya hingga kini. Sementara Menantunya, yang bersamanya, kembali ke kerajaan.

Islam masuk ke India bukan melalui peperangan.

Bukan melalui penaklukan politik.

Namun melalui pencarian tulus seorang raja akan kebenaran melalui sebuah mukjizat yang disaksikan, sebuah perjalanan yang dilakukan, dan hati yang berserah.

Kerala menjadi gerbang masuk Islam di India, sebuah wilayah yang sejak awal disentuh oleh bimbingan ilahi.

Tajuddin Radialllahuanhu bukanlah seorang ulama. Bukan pula seorang pendakwah.

Hanya seorang pria yang melihat sebuah pertanda... dan ia dengan ikhlas mengikutinya.

Kisah hidupnya adalah pengingat: Islam berawal dari hati


Kredit : Arie Elreal


No comments:

Post a Comment