Showing posts with label najd. Show all posts
Showing posts with label najd. Show all posts

Friday, November 21, 2014

LOKASI SEBENAR NAJAD- ADALAH RIYADH!!!

FITNAH TANDUK SYAITAN DI NAJD BUKAN DI IRAQ



 Pertama :

 Tempat munculnya fitnah.

 عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقول : " ألا إن الفتنة هاهنا من حيث يطلع قرن الشيطان . رواه البخاري

 Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda sambil menghadap ke arah Timur (tempat terbitnya matahari)" Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu datangnya dari sana dari tempat munculnya tanduk syaitan ".( HR. Bukhari : 7093)

 Dengan hadits sahih ini menjelaskan bahwa letak fitnah itu berada di arah Timur dari tempat terbitnya matahari dari kota Madinah, sebab saat berbicara demikian, posisi Nabi berada di Madinah. Kemudian di takshis lagi oleh beliau dengan ucapannya “ Dari sekiranya muncul tanduk syaitan “.

 Di manakah letak tepatnya tanduk syaitan ?

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

 Dari Ibnu Umar berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata“Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan”. (Shahih Bukhari 2/33 no 1037)

 Dengan hadits sahih ini Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam lebih mentakhsis (menentukan)lagi letak munculnya kegoncangan, fitnah dan tanduk syaitan yaitu di Najd. Dan saat Nabi berbicara seperti itu, Daerah Najd hanya satu yang dikenal saat itu yaitu daerah Hijaz. Dan Najd merupakan arah Timur Madinah.

 Kedua :

 Najd dataran tinggi.

 Dari segi Lughah / etimologi Najd bermakna tempat yang berdataran tinggi. Lawannya disebut Ghour yaitu tempat yang berdataran rendah.

 Imam Khoththobi mengatakan :

 وأصل النجد ما ارتفع من الأرض، وهو خلاف الغور فإنه ما انخفض منها

 Asli makna Najd adalah bumi yang berdataran tinggi lawan dari Ghour yaitu bumi yang berdataran rendah.

 Imam Ibnu Hajar setelah menukil kalam imam Khoththobi, berkesimpulan sebagai berikut :

 وعرف بهذا وهاء ما قاله الداودي أن نجدا من ناحية العراق فإنه توهم أن نجدا موضع مخصوص، وليس كذلك بل كل شيء ارتفع بالنسبة إلى ما يليه يسمى المرتفع نجدا والمنخفض غورا

 “ Dengan ini dapat diketahui, dan apa yang diucapkan ad-Dawudi “ Bahwa Najd itu dari pedalaman Iraq “, memberi kesan seolah Najd itu tempat tertentu padahal bukanlah demikian (Najd bukan nama daerah tertentu), akan tetapi setiap sesuatu yang berada disekitar dataran tinggi disebut Najd dan dataran rendah disebut Ghour “.
 (Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 47)

 Iraq dataran rendah.

 Dalam kitab tarikh Baghdad, imam Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Baghdadi mengatakan :

 أخبرنا علي بن أبي علي البصري قال: أنبأنا إسماعيل بن سعيد المعدل قال: قال أبو بكر محمد بن القاسم الأنباري قال ابن الأعرابي: (إنما سمي العراق عراقاً لأنه سَفُل عن نجد ودَنا من البحر. أُخذ من: عراق القربة، وهو الخرز الذي في أسفلها

 “ Ibnu al-A’rabi berkata ; “ Sesungguhnya kota Iraq dinamakan Iraq sebab Iraq itu lebih rendah dari Najd dan dekat dengan lautan. Diambil kata itu dari Iraqul qoryah yaitu dasar yang ada di bawah kampung “.

 (Tarikh Baghdad : 1/24)

 Dengan penjelasan dari sisi lughahnya semakin menguatkan bahwa yang dimaksud Najd dalam hadits tersebut adalah Najd Hijaz atau daerah sekitar Riyadh, karena Riyadh merupakan dataran tinggi sedangkan Iraq dataran rendah.


 Tidak ada hadits yang menerangkan Najed adalah Iirak namun ada riwayat yang mengatakan ada timbul fitnah di Irak yakni fitnah dari orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd.jika periwayatan tentang irak maka jika kita perhatikan hukum matan,sanad dan rawinya.. jelas cacat dan tidak bisa dijadikan hujjah.

 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa fitnah dari arah timur

 Dari Ibnu Umar ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda sementara beliau menghadap timur: “Ingat, sesungguhnya fitnah itu disini, sesungguhnya fitnah itu disini dari arah terbitnya tanduk setan.” (HR Muslim5167)

 Ada riwayat yang mengatakan bahwa fitnah adalah dari Irak sedangkan Irak tidak berada sebelah Timur. Hal itu terjadi karena orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd diusir atau diisolasi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke sebuah kampung yang bernama Haruri yakni kampung dekat Kufah (Irak) maka mereka disebut pula kaum Haruriyyah

 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa fitnah dari orang-orang serupa Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd

 Dari Kabilah Bani Tamim

 Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari target (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)

 Dari Najd

 Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash dari Sa’id bin Masruq dari Abdurrahman bin Abu Nu’m dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Ketika Ali bin Abi Thalib berada di Yaman, dia pernah mengirimkan emas yang masih kotor kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu emas itu dibagi-bagikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada empat kelompok. Yaitu kepada Aqra` bin Habis Al Hanzhali, Uyainah bin Badar Al Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al Amiri, termasuk Bani Kilab dan Zaid Al Khair Ath Thay dan salah satu Bani Nabhan. Abu Sa’id berkata; Orang-orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu. kata mereka, Kenapa pemimpin-pemimpin Najd yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibaginya? maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab: Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu, untuk membujuk hati mereka. Sementara itu, datanglah laki-laki berjenggot tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Ia berkata, Wahai Muhammad! Takutlah Anda kepada Allah! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa pulakah lagi yang akan mentaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakai-Nya? Allah memberikan ketenangan bagiku atas semua penduduk bumi, maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku? Abu Sa’id berkata; Setelah orang itu berlaku, maka seorang sahabat (Khalid bin Al Walid) meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membunuh orang itu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: Dari kelompok orang ini, akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad. (HR Muslim1762)

 Anggota tetap komisi kajian ilmiyyah dan fatwa kerajaan Saudi Arabiyyah mengakui bahwa Masyriq adalah Najd.

 Sebenarnya para ulama wahhabi-salafi yang bergabung dalam komisi tetap kajian ilmiyyah dan fatwa telah mengakui bahwa yang disebut masyriq dalam hadits shahih tentang Qornus syaitan adalah NAJD. Namun mereka enggan dan syok (terkejut) mengakuinya, sehingga mereka menutup-nutupinya dari para pengikutnya.

 Berikut petikan hujjah-hujjah mereka dalam kitab Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah jilid 3 fatwa nomer 6667 :

 س؛ ما هي الفتنة التي يقول عليه الصلاة والسلام في هذا الحديث : ألا إن الفتنة ها هنا….من حيث يطلع قرن الشيطان الحديث…؟؟؟

 جـ ؛ ….. وقيل: يعني نجد مسكن ربيعة ومضر وهي مشرق لقوله في حديث ابن عمر حين قال صلى الله عليه وسلم: {اللهم بارك لنا في شامنا وفي يـمننا، قالوا: وفي نجدنا؟؟ قال رسول الله: هنالك الزلازل والطاعون وبها يطلع قرن الشيطان…}

 وأهل المشرق يومئذ من مضر….والظاهر أن الحديث يعم جميع المشرق الأدنى والأقصى والأوسط ومن ذلك فتنة مسيلمة الكذاب، وفتنة المرتدين من ربيعة ومضر وغيرهما في الجزيرة

 Soal : Apakah fitnah yang dimaksud dalam Hadits Nabi Saw tentang tanduk syaitan ?

 Jawab : dikatakan adalah yg dimaksud Najd tempat pemukiman bani Rabi’ah dan Mudhar, yaitu di daerah Timur. karena ada Hadits Ibnu Umar ketika Rasul Saw bersabda : ” Ya Allah berkahilah syam kami dan yaman kami, mereka berkata ” Dan juga Najd kami wahai Rasul..Maka Nabi menjawab ” Di sanalah muncul kegoncangan dan Tho’un dan juga di sanalah muncul tanduk syaitan “.

 Penduduk timur saat itu dari kalangan Mudhar. Yang jelas adalah bahwasanya hadits tersebut mencangkup semua Timur, baik dataran rendah, tinggi maupun tengah. Di antara fitnahnya adalah Fitnah Musailamah Al-Kdzdzab dan fitnah murtadnya bani Rabi’ah dan Mudhar dan selain kedua kelompok tersebut di JAZIRAH ARAB “.
 Catatan :

 Bukti-bukti kuat baik peta, ilmu bahasa, sejarah dan hadits-haditsnya telah menunjukkan bahwa masyriq yang dimaksud Nabi Saw dalam hadits tanduk syaitan adalah NAJD, sehingga bahkan ulama komisi tetap mereka pun mengakui kebenaran masyriq adalah NAJD bukan IRAQ.

dipetik dari sumber berikut : http://salafyabad21.blogspot.com/2012/11/fitnah-tanduk-syaitan-di-najd-bukan-di.html

Sunday, December 25, 2011

Suhbah Sheikh Hisham Kabbani QS : 2006 - Berkenaan Mahdi AS.


Kedatangan Sayyidina Mahdi a.s.

Shuhbah oleh Maulana Syekh Muhammad Hisham Kabbani q.s.
22 Februari 2006, Oakland, Amerika Serikat
Sayyidina al-Mahdi telah disebutkan dalam sebanyak 40–50 hadits Nabi dan kesemuanya keasliannya terbukti bagi Sunni dan Syiah. Saya berbicara untuk sisi Sunni. Dan tidak ada yang dapat berdalih dari hadits-hadits tersebut karena keasliannya dan pada tahun 1980, ketika Mahdi yang salah muncul di Makkah dan mengambil alih al-Haram, orang-orang Hijazi mulai menanyakan tentang al-Mahdi dan bertanya kepada pemerintahan Saudi, “Anda tidak pernah memberitahukan kami tentang Mahdi.”
Bila kalian melihat Shahih Muslim, kalian akan menemukan banyak hadits tentang Mahdi juga dalam buku hadits Ibnu Majah dan Ibnu Dawud tapi tidak dalam hadits Shahih Bukhari. Jadi Muhammad Ali Sabouni menarik semua hadits tentang Mahdi, saya punya bukunya di Michigan. Saya mencantumkan banyak hadits dalam Approach of Armageddon dibagian akhirnya. Nabi berkata, “yakhruju waladin min awlaadi, yamla ‘l-ardu qistan wa `adlan kama muliya dhulman wa jura”. Dalam hadits ini Nabi memberikan tanda-tanda tentang kemunculan Sayyidina Al Mahdi sebelum al-Masih Dajjal. Dan beliau memberikan pertanda bahwa sebagian besar tanda-tanda yang Nabi sebutkan telah bermunculan dan kalian dapat melihatnya pula di buku-buku hadits.
Ada pertanda terbesar sekarang, satu tanda yang akan secepatnya saya beritahukan, “sawfa tudiiu naar min ardi Najd yashra’ibu laha `anaaqu ‘l-ibli bi-Basra.” And he pointed to the east and said, “hahuna tazhar al-zalaazilu wal fitan”, akan terjadi gempa bumi keempat dan kekacauan. Di timur Madina adalah Negara Iraq dan Najd, Basra. Dan ketika mereka meminta Nabi merahmati Najd, Nabi berkata, “O Allah rahmatilah Syam kami dan Yaman kami.” Mereka menambahkan Najd kami dan beliau berkata, “dari sana akan muncul dua buah tanduk setan dan akan terjadi gempa bumi dan kekacauan.”
Dan salah satu dari pertanda Hari Akhir adalah melihat telapak kaki telanjang bangsa Badui berkuasa dalam pembangunan banguna pencakar langit. Dan dimanakah sekarang bangunan pencakar langit tertinggi? Di Riyadh. Bangunan itu lebih besar dari World Trade Center, lebih besar dari 2 menara di Malaysia. Dan beliau bersabda yatataawaluuna fil bunyaan. Dan itulah mengapa kalian melihat �diantara 2 pangeran ini saling mengklaim bahwa gedung saya lebih tinggi. Semuanya terjadi dan Sayyidina Mahdi akan muncul. Ketika beliau muncul, pertama beliau akan bergerak dari Makkah ke Madinah. Ba’ait pertama dilakukan di Makkah dan dari Madinah beliau akan bertakbir dan setiap manusia akan mendengarnya. Dengan mengucap bismillahi dia bergerak menuju Syam, sebagaimana yang Nabi katakana, kayfa antum idha nazala ibn Maryam wa imaamukum minkum. “Akan menjadi apa kalian ketika ‘Isa (as) keturunan ibn Maryam dan imam kalian ada ditengah-tengah kalian?”
Imam yang dimaksud adalah Sayyidina Mahdi, bukan imam yang mengenakan celana jeans dan ada disetiap masjid. Beliau dari garis 12 imam dan beliau akan muncul minaratun bayda di masjid al-Umawi. Beliau akan bertakbir disana dan dengan takbir itu akan menghentikan perang besar yang melanda seluruh dunia. Hal ini berdasarkan hadits sawfa taqtilu fi’ataan adheemataaan . Dua kubu besar akan berperang dalam sebuah perang yang amat besar.
Jika kalian membaca buku karangan Samuel Huntington bahwa pertentangan dalam peradaban merupakan sebuah ide pertentangan dan kita tidak tahu bagaimana mengakhirinya. Beliau akan muncul ditengah-tengah api dan mendorong rahasia itu keluar dan menghentikan semua dengan ucapan: Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar. Kemudian takbir kedua dengan Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar, Maka setiap orang beriman akan menemukan diri mereka di Damaskus bersama Mahdi.
Lalu takbir ketiga Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar , beliau akan mengumumkan bahwa kita harus pergi untuk melaksanakan amanaat Nabi (saw) di Istanbul dan mengambilnya (amanat berupa barang). Kemudian beliau akan mengumumkan bahwa Dajjal telah muncul dalam suatu daerah di gunung yang besar dekat Syam dan dikenal dengan Douma dan itulah hadd bahwa Dajjal tidak dapat melintasinya karena Sayyidina Jibril akan melebarkan sayapnya sehingga Dajjal tidak dapat melintasi perbatasan itu.
Ibu Maimoona Ahmed: Sewaktu saya di India, saya bermimpi bahwa anda akan memberikan pengumuman yang sangat penting dan seperti melihat ke layar televisi dimana ada pembawa acara yang memberitakan hal-hal yang terjadi.
Mawlana Syaikh Hisham: itulah jika Mawlana Shaykh mengabarkan sesuatu dan pada saat yang sama pengumuman akan datang dan akan diinformasikan kepada kalian. Tapi saya ingin menegaskan bahwa kita tidak perlu membawa senjata, jangan membawa pisau, Sayyidina Mahdi datang tanpa membawa apapun, beliau tidak membawa senjata, hanya bersenjatakan Allahu Akbar, dan memotong semua. Jadi, pastikan bahwa kalian tidak perlu membawa pisau. Tidak pernah saya membawa sebuah pisau, memang ada Sunnah untuk membawa sebuah pisau, tapi pastikan juga bahwa ego kalian tidak terbawa. Mawlana Shaykh Nazim membawa sebuah pisau tapi kini dia tidak membawanya lagi. Tapi pisau beliau bukan pisau besar tapi pisau yang kecil.

 Sumber : http://bayuaji.blogdetik.com/page/2/