Showing posts with label Hindu. Show all posts
Showing posts with label Hindu. Show all posts

Wednesday, April 1, 2026

KISAH RAJA HINDU YANG MELIHAT NABI MUHAMMAD SAW MEMBELAH BULAN DARI ISTANANYA DI INDIA.

 


Kisah dari seorang raja Hindu di India selatan, di Kerala. Namanya Cheraman Perumal, dan ia memerintah dinasti Chera. Ia dikenal di antara rakyatnya sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana.

Suatu malam, saat berdiri di balkon istananya, ia menyaksikan sesuatu yang luar biasa—bulan terbelah menjadi dua. Ia melihatnya dengan jelas, sebuah pertanda agung di langit.

Merasa gelisah dan bingung, ia berpaling kepada para pendeta dan penasihatnya, tetapi tak seorang pun dari mereka memiliki jawaban.

Pada hari-hari berikutnya, ia berbicara dengan para pedagang Arab yang datang untuk berdagang di sepanjang Pantai Malabar. Ketika ia menjelaskan apa yang telah dilihatnya, mereka mengatakan kepadanya bahwa jauh di Arab, seorang pria bernama Muhammad telah menyatakan dirinya sebagai Nabi Allah, dan bahwa terbelahnya bulan ini adalah salah satu tanda-tandanya. Itu persis sama dengan apa yang telah disaksikan raja.

Cheraman tidak menunda-nunda. Ia mengenali kebenaran ketika kebenaran itu menyentuh hatinya. Ia meninggalkan kerajaannya dan bepergian bersama para pedagang.

Perjalanannya panjang, tetapi akhirnya dia sampai di Madinah.

Di sana, ia bertemu dengan Rasulullah. Ia duduk bersama beliau, mengajukan pertanyaan, dan mendengarkan. Kemudian ia memeluk Islam. Ia mengambil nama Tajuddin Radialllahuanhu dan menjadi seorang Sahabat, seorang Muslim pertama dari tanah India.

Ia bermaksud untuk kembali ke Tanah kelahiran dan menyebarkan kebenaran, tetapi dalam perjalanan pulang Qadarullah ia jatuh sakit dan meninggal dunia. Tajuddin dimakamkan di Salalah, Oman - sebuah tempat yang hingga kini lebih menyerupai tanah hijau Kerala daripada gurun Arab. Penduduk Salalah masih mengetahui makamnya hingga kini. Sementara Menantunya, yang bersamanya, kembali ke kerajaan.

Islam masuk ke India bukan melalui peperangan.

Bukan melalui penaklukan politik.

Namun melalui pencarian tulus seorang raja akan kebenaran melalui sebuah mukjizat yang disaksikan, sebuah perjalanan yang dilakukan, dan hati yang berserah.

Kerala menjadi gerbang masuk Islam di India, sebuah wilayah yang sejak awal disentuh oleh bimbingan ilahi.

Tajuddin Radialllahuanhu bukanlah seorang ulama. Bukan pula seorang pendakwah.

Hanya seorang pria yang melihat sebuah pertanda... dan ia dengan ikhlas mengikutinya.

Kisah hidupnya adalah pengingat: Islam berawal dari hati


Kredit : Arie Elreal


Thursday, May 16, 2013

Asbab Bakal Bangkitnya Keturunan Melayu- Menurut Pendapat Tok P.H.D


Saya percaya Kebangkitan Akhir Zaman di Nusantara oleh orang-orang Melayu dimulakan dgn munculnya seorang Raja Akhr Zaman. Beliau mengubah struktur pemikiran, sosial dan politik orang-orang Melayu utk mjadi bangsa terhebat menentang Barat. Orang Melayu tiada rekod sejarah berubah atau bangkit berjuang secara besar-besaran atas nama kezaliman atau penindasan. Dato' Onn Jaafar disokong dan Melayu bangkit juga atas isu Raja-raja Melayu. Jika atas isu lain orang Melayu tiada sokongan. Buktinya kes Hang Jebat atau Laksamana Bentan. Keputusan PRU 13 juga boleh dijadikan sebagai bukti.

Orang Melayu hanya bangkit berjuang apabila Raja-raja digugat, pembesar-pembesar dihalang kutip cukai atau dihalang melakukan ibadat. Perjuangan besar-besaran menentang kezaliman atau penindasan tiada dlm sejarah Melayu

Bermula dgn seorang Raja..Jepun begitu juga..Bangsa Asia revolusi hanya apabila muncul Raja yg hebat. Ahli politik atau pembesar tak mampu mgubah cuma sikit-sikit. Raja ni kesetiaan dan kasih-sayang kpd tanah air lebih genuine berbanding ahli politik

Orang Melayu tak suka mencuba. Istilah revolusi atau reinanssance dalam apa shj aspek kehidupan tiada dlm kamus sejarah Melayu. Berbeza dengan Eropah & Cina. Melayu hanya berubah secara besar-besaran apabila Raja-rajanya berubah. Contohnya apabila Raja memeluk Islam keseluruhan rakyat akan mengikutinya. Kelebihannya walaupun 500 tahun dijajah Kristian, orang Melayu kekal Islam. Tidak spt di Filipina atau Indonesia

Pada zaman dulu Raja ialah 'wakil tuhan' atau jelmaan tuhan ( ketika agama hindu). Selepas Melaka, raja Melayu adalah Khalifah Allah. Raja-raja kita juga berketrunan Ahlul Bait iaitu yg akan menerajui kebangkitan Akhir Zaman. Itu hebatnya status Raja-raja kita



Walaupun agak lewat, Raja-raja Melayu akan menerajui perubahan nanti. Hadith Nabi bermaksud "Sesungguhnya rakyat akan mengikut gaya, cara hidup dan agama pemimpin mereka"..Apabila Monggol dgn ganas menghancurkan empayar islam spt tiada harapan kerana jutaan umat termasuk ulamak di bunuh. Tetapi ulama2 sufi dgn kebolehan masing2 mendakwah raja2 yg ganas itu sehingga mereka menjadi peneraju perubahan iaitu hampir sluruh keturunan mereka memeluk Islam dakwah Islamiyah berkembang hasil usaha mereka juga.

Lihatlah betapa besarnya sokongan apabila YM Sultan Kelantan mencemar duli berpakaian mengikut sunnah, menyertai program pemyembelihan, pemyempurnaan jenazah dan mengimami solat hajat. Berpuluh ribu rakyat jatuh hati dan menyertai bersama-sama. Ini juga berlaku di Johor Darul Takzim. Apabila Tengku Mahkota Johor menerajui persatuan bola sepak. Hampir semua bangsa Johor bangkit dengan penuh bersemangat turun beramai-ramai ke stadium. Hal yg sama apabila Parameswara memeluk Islam apabila Maulana Aziz berdakwah kepada baginda. Hampir seluruh pembesar dan rakyat menyertainya. Masanya akan tiba apabila seorang Raja Akhir Zaman muncul untuk kebangkitan Islam di Timur. SesungguhNya semua Raja Melayu berketurunan suci Ahlul Bait. Sudah termaktub begitu pada Kalam dan kitabNya..Allahuakbar !!


Petikan dari : http://mrsmmersing.blogspot.com/2013/05/saya-percaya-kebangkitan-akhir-zaman-di.html

Friday, April 5, 2013

Sejarah Nusantara Lama


Nusantara (Nuswantoro)

 
Bismillahirrahmanirrahim… 
“..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(Q.S Ar-Ra’d: 11)
Berawal dari kisah Kobil dan Habil yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Adam AS maka proses penyebaran penduduk bumi ini yang disebut sebagai khalifah telah melalui proses yang sangat panjang sekali (Q.S Al Maidah : 27) 
 Tetapi dari cerita di atas ternyata ada sebuah kisah dan hikmah yang nyaris tidak pernah dipublikasikan kepada umum dikarenakan sumbernya yang masih berdasarkan cerita turun temurun dari nenek moyangnya. 
 Alkisah dahulu kala Nabi Adam AS beserta Hawa setiap melahirkan anak yang selalu “kembar” laki-laki dan perempuan. 
Hingga akhirnya dari 3 anak laki-lakinya (beserta istrinya ; dengan cara kawin silang antar saudara) tersebut diperintahkan untuk mengisi masing-masing negeri yang masih kosong. 
  • Satu anaknya yang pertama mendiami daratan Afrika.
  • Satu anaknya yang kedua mendiami daratan Arabia.
  • Dan yang ketiga mendiami daratan Asia (tanah jawa).
  
Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa diantara anaknya yang paling “CERDAS” itu tiada lain bernama Nabi Sis AS ditunjuk untuk menempati daerah yang disebut sebagai tanah Jawi. 
Beliau inilah yang merupakan cikal bakal nenek moyang kita yang diturunkan di tanah JAWA ini. 
 Sebagai seorang Nabi beliau selalu mengemban tugas untuk saling memperingatkan kaumnya  satu dengan yang lainnya untuk saling berbagi rezeki dan mempersembahkan Kurbannya “hanya” untuk Allah SWT sebagai tanda ujud syukur atas ketaqwaannya sebagai pemimpin di tanah jawa ini. 
 Selain itu, sifatnya Nabi Sis AS yang lembut, sopan santun dan berilmu tinggi serta diberikan kecerdasan yang sangat luar biasa oleh Allah menjadikan beliau ini selalu menghasilkan hal-hal yang bersifat baru dan berteknologi sangat tinggi dan akurat untuk kurun waktu / masa saat itu. 
Hal ini dtandai dengan penemuannya tentang caranya bercocok tanam yang baik dengan memperhatikan musim yang bersadarkan pada perhitungan bintang (Falak), pembuatan tempat persembahan berbentuk Piramida untuk Tuhannya (baik berupa binatang maupun hasil bumi) maupun bagaimana memproses tanah (logam) menjadi sebuah benda yang dapat dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari (Nujum). 
 Itulah keistimewaan Nabi Sis AS dengan kelemah-lembutannya, kepekaan sosialnya yang tinggi serta kecerdasannya yang luar biasa akhirnya sama penduduknya digambarkan sebagai seorang ‘SEMAR’. 
Kata ini di ambil dari kata “samiri” yang artinya samar-samar / kasat mata karena beliau sehari-hari laku / kerjanya hanya beribadah kepada Tuhannya. 
Tiada laku hidupnya hanya untuk dipersembahkan kepada Tuhannya saja, tidak lebih. 
Makanya emas, perak, dan semua perhiasan maupun hasil bumi yang melimpah di bumi jawa  ini hanya sebagai “sarana” saja untuk menuju ketakwaan kepada Tuhannya. 
 Dilain sisi, dengan kecerdasannya yang sangat tinggi itu melahirkan bangunan kota modern yang tersistematis dengan desa-desa beserta irigasinya yang tertata rapi serta tata kota pemerintahan berada dipusatnya (epicentrum). 
Inilah negeri yang selama ini disebut sebagai negeri Atlantis yang telah hilang itu (Arysio Santos – The Lost Continent Finally Found). 
Negeri kita Indonesia Raya, dimana sang nyiur tak pernah lelah melambai-lambai memanggil ibu pertiwi. 
Negeri peradaban dunia yang banyak dicari orang selama ini. 
Bukti bahwasanya kita adalah  negeri yang sangat tinggi ditandai dengan kebudayaannya yang beraneka warna, beragam bahasa, beragam adat istiadat, beragam suku yang membaur dalam balutan sang “Merah Putih”. 
Negeri kemerdekaan untuk semua ummat. 
Negeri yang cinta damai. 
Tetapi seiring dengan perkembangan waktu di negeri Atlantis ini, sang keseimbangan alam “Raksasa” (Gunung Toba dan Gunung Krakatau) mulai menunjukkan tanda-tanda “saat”-nya sudah mau tiba. 
Maka berbondong-bondonglah sebagian besar penduduknya dengan menggunakan perahu Raksasa menaiki itu kapal dan meninggalkan negeri Atlantis menuju negeri asing lainnya. 
Hingga “saat” itu benar-benar terjadi yaitu dengan meletusnya gunung Toba yang konon diameter kawahnya sekitar 50 km meledak, mendesak magma ke segala arah lalu meledakkan gunung Krakatau juga dan membumi hanguskan semua yang ada disekitarnya, membuat dunia gelap gulita selama 100 tahun lamanya serta mencairkan lapisan es yang menutupi daratan yang sekarang disebut benua Eropa itu. 
Begitu juga air laut-pun naik hingga mencapai 200 meter ! menenggelamkan lembah-lembah pertanian yang subur dulu menjadi sebuah lautan. 
Seiring berakhirnya masa “Banjir” bandang sedunia itu maka para khalifah yang baru inipun mulai berpencar ke seantero daratan yang “baru” seperti bumi eropa, amerika, arabia  maupun afrika. 
Dinegeri baru  inilah mereka mengajarkan ilmunya kepada penduduk lokal sebagai rasa sumbangsihnya terhadap daratan yang baru dihuninya. 
Berhubung mereka ini termasuk ummat-nya yang paling cerdas maka lambat laun mulai ramailah peradaban baru ditanah yang baru ini. Tapi mereka juga tak luput menceritakan asal usul tanah kelahirannya yang nun jauh di seberang dalam berbagai ragam kisah yang unik yang termaktub dalam berbagai kitab para nabi-nabi / pujangga sesudahnya. 
Wallaahu Alam Bishshowab. 
 Jadi seandainya seluruh penduduk dunia ini disuruh tinggal di bumi Nuswantoro ini maka mereka akan “betah” dan merasa tidak asing, mengapa ? jawabnya ya karena sebetulnya Indonesia terutama tanah jawa ini merupakan ‘MOTHER HOME” city untuk seluruh ummatnya Nabi Adam AS. 
 Kalaupun ada yang mengklaim bahwasanya Bani Israel itu adanya hanya di negeri Arab, itu juga nggak salah, karena nenek moyang kita juga menyebar kesana. Tapi kalau kita minder dan merasa sebagai bangsa yang terbelakang maka jawabannya nanti dulu… 
Karena kitalah sesungguhnya RAS PALING UNGGUL diseluruh dunia ini. 
 Kadang dengan kecerdasan kita yang MasyaAllah menjadikan kita saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. Saling beradu mulut, adu gengsi, dan seterusnya. Dan tidak akan diketemukan dinegeri manapun dimuka bumi ini kecuali Indonesia. 
Itulah ciri negeri para FILSAFAT yang “ADA” dan “BERADA” sebelum negeri-negeri “Teknologi” maupun negeri KEYAKINAN” saling bermunculan di bumi ini. 
Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mah…era.
Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi.
Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.
Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.
kemungkinan nabi Sis A.S adlh nabi syit..
Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”,
Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.
Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”.dan ditimur tengah Islam Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha ,Injil dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. sedangkan dalam bahasa Ibrani ABRAHAM.,
#Brahma adalah Nabi Ibrahim
terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.
Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).
Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).
 Jadikan semua perbedaan yang ada ini sebagai satu kekuatan nasional yang dahsyat untuk membangun jati diri bangsa ini menggapai mercusuar dunia yang tidak lama lagi ada dihadapan kita. 
ingatlah wahai kaum bani jawi! dulu kamu pernah jaya. Kini ibumu Keturah telah memanggilmu.
Baiklah aku mengalah, dengarkan lagi ceritaku sekedar usaha menyadarkan, wahai bani jawi ….. carilah tentang siapa dirimu? dari mana kamu berasal? ini semua aku lakukan agar kamu teringat kembali akan asal-usulmu ….. aku menangis meraung-meraung melihat kamu tertidur bagaikan mayat …. ya bagaikan mayat berjalan.
Bangunlah dari tidurmu, jika kamu bangun aku percaya pasti kamu akan ingat akan“hirup” dan “ngahuripkeun” tali Allah, itulah keadaanmu dulu mengemban amanah leluhur kita nabi ibrahim a.s. …. itulah janjimu “hidup” di dunia ini, jika keadaanmu telah “hidup” kamu akan seperti nama ibumu Keturah yg selalu harum mewangi selamanya …… 
WASIAT TERAHASIA NABI IBRAHIM A.S. 
Nb ibrahim a.s. bapak para nabi, mempunyai 3 (tiga) istri yaitu Siti Sarah, Siti Hajar dan Siti Qanturah (Qatura/Keturah). Sarah melahirkan Ishak (Isaac), Hajar (Hagar) melahirkan Ismail (Ishmael) dan Keturah melahirkan 6 (enam) org anak yaitu Zimran, Jakshan, Medan, Midian, Ishbak dan Shuah.
“Now the sons of Keturah, Abraham’s wife:she bare Zimran, and Jokshan, and Medan, and Midian, and Ishbak, and Shuah. And the sons of Jokshan; Sheba, and Dedan.” (Genesis 1:32
Silsilah  Bani Jawi
Dari istri Keturah lahir bani jawi, agama jawi adalah agama nabi Ibrahim a.s. dan dari sinilah kelak akan lahir SP/RA/al-mahdi.
Fitnah telah terjadi thdp istri2 nb Ibrahim a.s., hanya Sarah sj yg disebut istri. sedangkan Hajar dan Keturah disebut gundik. Rahasia terbuka, ternyata Siti Hajar yg difitnah sbg budak ternyata adalah putri Firaun yg dihadiahkan kpd Nabi Ibrahim a.s. untuk menebus rasa bersalah Firaun ketika berkali2 ingin memperkosa Siti Sarah semasa nb Ibrahim a.s. & Siti Sarah dalam tahanan. Dengan kuasa Allah swt setiap kali Firaun datang hendak berbuat senonoh memperkosa Siti Sarah, perbuatannya selalu terhalang secara aneh berkat doa nb Ibrahim a.s.. Dari situlah baru Firaun sadar bahwa nb Ibrahim bukanlah orang sembarangan, beliau orang suci yg harus dihormati. Akibat rasa bersalah yg teramat sangat maka bukan saja Firaun membebaskan kedua2nya tetapi malah menghadiahkan kpd mereka dgn seorang perempuan muda yg tertutup wajahnya sbg “kifarat” dan hadiah kpd Nb Ibrahim. Rahasia perempuan muda ini terbongkar ketika berjalan pulang dimana nb Ibrahim membuka tutup kepala perempuan itu sambil mempertanyakan asal-usulnya. Alangkah terkejutnya Nb Ibrahim dan Siti Sarah mendengar pengakuan bahwa dia adalah anak perempuan Firaun, dia seorang putri raja agung. Tersentuh hati nb Ibrahim sambil berucap rasa syukur kpd Allah swt yg hendak berkehendak menjaga keturunan sebaik-baiknya.
Jadi keturunan nb Ibrahim yg bernama Ismail yg turun kpd nb Muhammad saw adalah keturunan raja dari raja yg agung Firaun yg pengaruhnya melewati Anatolia dan Kanaan ketika itu (Firaun ini berbeda dgn Firaun pd jaman nb Musa, karena Firaun ini hidup lebih lama dari Ramses II karena sejaman dgn Nb Ibrahim a.s.).
Pada jaman nb Ibrahim tdk ada bangsa yg disebut sbg Yahudi dan sesungguhnya nb Ibrahim bukanlah seorang Yahudi, beliau berasal dari satu kaum purba yg sejaman dgn bangsa Hittites yg telah raib dan bangsa misteri di mesir (Firaun tadi) yg mungkin mewarisi rahasia piramid  dan teknologi canggih zaman itu kpd bangsa Qibti yg menjadi pemerintah setelah itu termasuk Ramses II di jaman nb musa a.s.
Al-Qur’an surah Ali Imran 65-68 :
“Wahai ahli-ahli kitab! mengapa kamu berani berbantah-bantahan tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim, apakah kamu tidak berfikir?
Beginilah kamu, kamu ini bantah-bantahan ttg hal yg kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah ttg hal yg tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yg lurus lagi berserah diri dan sekali-sekali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musrik 
Siapakah istri ke-3 yg bernm Keturah yg melahirkan bangsa Mala? atau bani Jawi?
Didalam mitologi jawa, diceritakan bahwa salah satu leluhur bangsa sunda (jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda yg bermukim di Gunung Mahera.
(Mala itu artinya gunung? bukankah Walwatika & saelendra juga yg dimaksud adalah orang2 gunung? ia ada dimana? ada di tanah nusantara ini?)
.
Kitab al-kamil fial tarikh karya ibnu athir, menyatakan bahwa bani jawi (bangsa sunda, jawa, melayu sumatera, bugis ….. dsb) adalah keturunan nabi ibrahim a.s.
Bani Jawi sbg keturunan nb ibrahim semakin nyata ketika baru2 ini penelitian prof. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mendapatkan data bahwa di dalam DNA melayu tdp 27% variant mediterranaen (merupakan DNA bangsa2 EURO-semetik). Variant mediterranaen sendiri tdpt juga dalam DNA keturunan nb ibrahim yg lain spt pd bangsa arab dan bani israil.
BRAHMA ADALAH NB IBRAHIM? . mitos brahma sbg leluhur bangsa2 di nusantara boleh jadi merupakan peristiwa sejarah yakni mengenai kedatangan nb ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristri Siti Qanturah (Qatura/Keturah) yg kelak akan menjadi leluhur bani jawi.
Nb Ibrahim berasal dari bangsa ibriyah atau ‘abara yg berarti menyebrang, nama ibrahim merupakan asal dari nama brahma. Beberapa fakta :
# nb ibrahim memiliki istri bernama sara, sementara brahma pasangannya bernama Saraswati.
# nb Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya Ismail, sementara brahma terhadap anak sulungnya atharva.
# brahma perlambang monotheisme yaitu keyakinan kpd TYME (brhaman), sementara itu nb Ibrahim adalah rasul yg mengajarkan ke esaan Allah.
# nb ibrahim mendirikan baitullah (ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara brahma membangun rumah tuhan agar tuhan di ingat di sana. 
Suku jawa sdh sejak dulu menganut monotheisme spt keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau sangkan paraning dumadi. Selain suku jawa pemahaman monotheisme juga tdpt di dalam masyarakat sunda kuno. hal ini bisa kita jumpai pd keyakinan sunda wiwitan mereka meyakini adanya Allah Yang Maha Kuasa yg dilambangkan dgn ucapan bahasa “nu ngersakeun” atau disebut juga Sang Hyang Keresa.
Adalah wajar mayoritas bani jawi menerima islam sbg penyempurna ajaran monotheisme (tauhid) yg dibawa leluhur nb Ibrahim a.s. 
Kita telusuri bait 28 kitab Musarar Jayabaya
“Prabu tusing waliyullah, kadhatone pan kalih, ing mekah ingkang satunggal, tanah jawi kang sawiji ……………….”
(raja utusan waliyullah berkedaton dua di mekah yg pertama, tanah jawi yg satu ….) 
Mungkin cucu cicit gadis misteri Kuturah ini tadi ada di situ? Bangsa Keturah telah bersatu di tanah jawa di tanah yg dijanjikan “the land of the east”. Akan tetapi apakah mrk masih teringat akan amanat nb Ibrahim a.s.?
ajaran Ibrahim janganlah dilupakan, bangsa ini telah lupa ingatan ……………!
wahai bani jawi cobalah ingat2 lagi amanah wasiat terahasia nb Ibrahim, dengarkan !
saat detik-detik nb ibrahim akan menutup mata terakhir! Beliau mengumpulkan anak2 Keturah ……………………..
“Abraham took another wife, whose name was Keturah.She bore him Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak and Shuah.Jokshan was the father of Sheba and Dedan; the descendants of Dedan were the Asshurites, the Letushites and the Leummites.The sons of Midian were Ephah, Epher, Hanoch, Abida and Eldaah. All these were descendants of Keturah.” (Genesis 25:1-4) 
Nb Ibrahim pun memanggil anak2nya dari Keturah, zimra, jukshan, madyan, ishbak, medan dan shuah pun mengelilingi ayahnda yg sudah sepuh. Mereka semua sudah melewati usia remaja dan tumbuh sbg anak2 yg kuat dan cerdas menuruni kehebatan bapak mereka serta sifat tenang siti keturah wanita misteri dari timur. Nb Ibrahim berpesan kpd mereka suatu PESAN YG TERAMAT PENTING. kelihatan satu persatu air mata mengalir ke pipi pada wajah anak2nya. 
Nabi Ibrahim a.s. menjelang menunggu dijemput oleh malaikat maut, terkenang akan masa lalu yg telah ia lalui, dalam hati nb Ibrahim amat bersyukur kpd Allah swt karena memberikan anugrah yg berlimpah2 selepas kehamilan Sarah istri pertama yg sekian lama tidak melahirkan anak dan nyaris dianggap mandul (QS Hud :72).
Ketenangan lebih terasa di wajah nb Ibrahim setelah Siti Sarah tidak lagi menunjukan perasaan cemburu kpd siti Hajar dan anaknya Ismail. Semua misi dan perintah Allah swt telah dijalankan dgn tabah dan bijaksana, seperti berjalan melitasi empayar firaun kuno (Allah swt menakdirkan beliau bertemu dgn istri keduanya yaitu siti Hajar), perdebatan dgn raja Namrud (nimrod), peristiwa di bakar api besar, peristiwa hijrahnya siti Hajar dgn Nb Ismail serta perintah mengorbankan anaknya.
Disaat-saat ajan sudah dekat, Allah swt pun mewahyukan kpdnya untuk melaksanakan satu misi penting sebelum menutup mata di dunia fana ini. SATU MISI TERAHASIA yg hanya terungkap dalam munuskrip kuno yg dicari-cari, yang tersembunyi …………. 
“Jika itu yg Allah swt perintahkan kpd ayahanda, kami sanggup melaksanakan, semoga Allah swt memberkati kita semua dengan rahmat dan kasih sayangNya” 
Nb Ibrahim tersentak dari lamunannya takkala mendengar seorang anaknya berkata demikian. Lega hati nb Ibrahim demi mendengar kata2 anak2nya, satu persatu menyatakan KESANGGUPANNYA melaksanakan perintah Allah swt, maka Nb Ibrahim pun bangkit dari tempat duduknya. Beliau kelihatan MENGAMBIL SESUATU …… anak2nya berpandangan satu sama lainnya. APA YG INGIN DILAKUKAN OLEH AYAHNDA MEREKA? 
“Abraham left everything he owned to Isaac.But while he was still living, he gave gifts to the sons of his wife and sent them away from his son Isaac to the land of the east” (Genesis 25:5-6) 
Nb Ibrahim pun MEMBERIKAN SESUATU yg amat BERHARGA kepada anak2nya, SESUATU YG MENJADI RAHASIA KPD KETURUNAN KETURAH. KUNCI-KUNCI RAHASIA PERMATA-EMAS atau MEWARISKAN PUSAKA (KERIS) juga sebagai tanda menunjukan mrk adalah keturunan nb Ibrahim “patriach” bertaraf rasul yg bergelar kekasih Allah swt. RAHASIA YG DICARI-CARI DIBURU DAN DI IDAM2KAN KAWAN DAN LAWAN. 
Musarar Jayabaya (asmarandana) no.10.
Ecis wesi udharati, ing tembe ana maulana, pan cucu rasul jatine, alunga mring tanah jawa, nggawa ecis punika, kinarya dhuwung puniku, dadi punden bekel jawa” 
(sejata pusaka keris berguna untuk mengatasi masalah, kelak kemudian hari ada maulana, masih cucu rasul yg mengembara sampai ke pulau jawa membawa pusaka tsb kelak menjadi cikal bakal tanah jawa) 
“…sent them away from his son Isaac to the land of the east.” (Genesis 25:6 New International Version) 
maka mereka anak2 Keturah bergerak ke arah timur …
melintasi padang pasir dan kota-kota Akkadia-Babilon, di suatu tempat mereka pun berhenti dan membincangkan sesuatu, melaksanakan perintah Allah swt yg diwariskan oleh ayahnda mereka dibaca kembali satu persatu. mereka pun berdiskusi dan kelihatannya mereka berpencar menjadi dua. 
Diatas adalah petikan dari kitab kejadian dan kitab injil yg merupakan penyimpanan rahasia terbesar berkenaan satu bangsa yg berkerak ke timur dunia bagi pengembangan keturunan manusia seperti yg diperintahkan Allah swt.
Bangsa terahasia inilah yg merupakan PEMEGANG RAHASIA AKHIR JAMAN, SEKALIGUS YG MENJADI SUMBER ALTER TERAHASIA BANGSA MISTERI. 
Apakah yg dimaksud ALTER?
alter (kemampuan spritual luar biasa yg menakjubkan) selalu tersembunyi dibelakang personaliti utama yg membayang2i alter2 tersembunyi di belakang personaliti utama yg membayangi alter2 tadi. ttp apabila subyek berada dalam keadaan tertentu dimana personaliti utama tidak mampu menangani, alter ini akan tiba2 muncul dan bereaksi (menakjubkan), maka subyek td akan berubah menjadi alter lain berbeda dari alter utama (personaliti utama). Alter inilah yg tersembunyi didalam setiap orang bani jawi YANG KENAL DIRINYA, ASAL USULNYA DAN SIAPA DIRINYA YG SEBENARNYA? 
Kini mereka keturunan Keturah telah sampai ditempat yg dimaksud, mereka bertemu kembali dan berpeluk-pelukan dan merayakan kemenangannya telah menemukan benua yg dijanjikan. Kerena kelelahan mereka tertidur panjang, istirahat dengan lelapnya. tanpa ada yang mengganggu. bangsa yg hilang tetap tersembunyi. AJARAN IBRAHIM MAKIN BANYK DILUPAKAN, TIADA SIAPA LAGI YG MENGETAHUI TTG TUHAN YG MAHA ESA ……… 
Akan tetapi generasi bangsa jawi yg tumbuh tetap mencari Tuhan di tanah Jawi, datanglah Hindu, Budha, Islam ….. telah menemui sesuatu yg hilang sejak ribuan tahun silam, mengingatkan wahyu warisan dari ayahnda nabi Ibrahim a.s. …maka tdk heranlah klo masyarakt Indonesia menerima islam karena nenek moyang kita mengajarkan MONOTAISME…
Kemudian datang UJIAN …… datang imperalis Portugis, Belanda, Inggris …… nusantara sebagai bangsa Mala yg dulunya bersatu telah cerai berai terbelah belah ……… 
Dalam bait Uga Wangsit Siliwangi:Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.”
  • ”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omong­an, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar keblinger.”
Mangan ora mangan asal kumpul katanya setelah di jajah oleh imperalis, menjadi bangsa yg tidak bersemangat. Layu …
Dimanakah alter terahasia bangsa jawi? dimana?
Bangsa terbaik, agama terbaik …… apabila bangsa ini menghayati agama sendiri, maka akan terangkatlah ALTER TERAHASIA BANGSA JAWI. 
 ”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Al Hujuraat : 13.)
“..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(Q.S Ar-Ra’d: 11)
Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.(Q.S.Ar-Ra’d :18)
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,.(Q.S.Ar-Ra’d :19)
yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian..(Q.S.Ar-Ra’d :20)
“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya [769]. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka…(Q.S.Ar-Ra’d :14)
Q.S.Al-Baqarah(2):213:”Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”
Q.S.AL-Maaidah(5):48 :”Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur`an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu [422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat(saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu
bila bangsa ini ditata dgn baik dgn hukum ilahi dan benar dengan dilandasi Kerjasama,Toleransi dan damai. …maka jayalah negri ini…
Asal kata Nama Indonesia
 mungkin masih ada yang penasaran tentang asal kata nama INDONESIA… 
Catatan masa lalu menyebut kepulauan di antara Indocina dan Australia dengan aneka nama.
Kronik-kronik bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai (“Kepulauan Laut Selatan”).
Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (“Pulau Emas”, diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan, benzoe, berasal dari nama bahasa Arab, luban jawi (“kemenyan Jawa”), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil ”orang Jawa” oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar Jawa sekali pun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (Pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi (“semuanya Jawa”).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia. Jazirah Asia Selatan mereka sebut ”Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai ”Hindia Belakang”, sementara kepulauan ini memperoleh nama Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang kelak juga dipakai adalah ”Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda). Pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah taklukannya di kepulauan ini.
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu Insulinde, yang artinya juga ”Kepulauan Hindia” (dalam bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini selanjutnya kurang populer, walau pernah menjadi nama surat kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20. 
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). 

Tuesday, December 20, 2011

KONSEP TAUHID DALAM ISLAM,KRISTIAN DAN HINDU(AJARAN ASAL))





Assalamualaikum wbt buat saudara serta saudara muslimin dan muslimat, saya cuma nak berkongsi sedikit tentang Konsep Iman Kepada Allah swt yang merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam.  Sebenarnya hakikat yang dikatakan beriman ini tidak hanya diletakkan pada orang yang mempercayai wujud Tuhan semata-mata, kerana manusia yang tidak mengiktiraf wujudnya Tuhan juga adalah orang yang beriman.


Bagi orang yang beragama sama ada Islam, Kristian, Hindu, Buddha dan lain-lain agama yang tidak saya sebutkan disini semuanya mempunyai Iman dan percaya wujudnya Tuhan. Kemudian di satu sudut terdapat juga  jutaan manusia yang tidak percaya akan wujudnya Tuhan iaitu Allah Pencipta Seluruh Isi Alam dan semua ini adalah di dalam liputan-Nya dan inilah iman mereka
Konsep beriman kepada Tuhan ini terpecah kepada beberapa bahagian yang dapat kita lihat dengan jelas : -
(1) Mempercayai Wujudnya Tuhan seperti Agama Islam, Agama Kristian, Agama Hindu dan Agama Buddha. Beriman wujudnya Tuhan ini adalah suatu berita baik kepada golongan ini, NAMUN dalam kita mempercayai dan beriman wujudnya Tuhan seharusnya manusia memahami siapakah Tuhan dan bagaimana sifat-Nya serta batasannya.
(2) Golongan manusia (Atheis) yang tidak beriman wujudnya Tuhan , dan inilahsebenarnya  iman mereka, MEREKA BERIMAN  bahawa Tuhan tidak wujud dengan pelbagai alasan dan kajian ilmiah yang cuba dibuktikan oleh golongan ini.
Bagi golongan yang mempercayai kewujudan Tuhan, mereka tidak sewenang-wenangnya dibiarkan sendiri dalam mencari petunjuk Tuhan, Tuhan akan memilih Rasul dari kalangan manusia untuk menyampaikan perintah suci sebagai panduan dan batas kepada manusia seluruhnya. Namun sikap manusia yang lebih gemar menurut hatinya menyebabkan konsep Iman kepada Tuhan menjadi pelbagai, sedangkan jika kita memahami isi Kitab ini menunjukkan Konsep Iman Kepada Allah swt dan sifat-Nya adalah sama.
Tuhan BUKANKANLAH Jesus (a.s), Tuhan BUKANLAH Gautama Buddha, Tuhan BUKANLAH Berhala-Berhala atau apa saja yang terlintas difikiran dan terlintas dihati manusia TETAPI TUHAN adalah Allah swt. Allah swt adalah Satu-Satunya Tuhan Yang Patut Disembah dan Tidak ada Tuhan selain Allah swt. Walaupn manusia yang mempunyai latar belakang agama yang berbeza dan mempunyai kepercayaan seperti penyembah gunung ganang, penyembah berhala, penyembah lautan, penyembah alam atau apa saja yang disembahnya atau pun tidak menyembah apa-apa, golongan ini juga akan mendapat pertolongan dari Allah swt.
Siapa lagi TUHAN kalau bukan Allah swt!
Golongan sebegini juga meminta kepada Allah swt sebenarnya, memang tidak masuk akal perbuatan mereka tetapi inilah hakikatnya dan walaupun ia adalah dalam kategori menyekutukanNya, Allah swt tetap mendengar dan memberi perkenan-Nya kepada mereka dan serta seluruh isi alam.
Saya mengajak kita memperhatikan seketika perbandingan Konsep Iman Kepada Allah berdasarkan Kitab Al-Quran, Kitab Bible dan Kitab Hindu. Sangat jelas kepada kita bahawa  ISLAM, KRISTIAN & HINDU mempunyai Konsep iman kepada Allah swt yang sama di dalam kitabnya, namun pelaksanaan iman dikalangan umat beragama ini berbeza sama sekali.


(1) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA ISLAM
(Surah Al-Ikhlash : Ayat 1-4)
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula di peranakkan dan Dia tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya”.
PENJELASAN : Inilah Konsep Tauhid yang sebenarnya, Allah swt beriri dengan sendiri tanpa bergantung dengan sesuatu apa pun kerana segala sesuatu itu adalah bergantung pada Allah swt.
(a) Allah swt Mencipta Oksigen Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Bernafas Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Oksigen, Malah Oksigen Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.
(b) Allah swt Mencipta Sumber Makanan Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Makan Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Sebarang Makanan, Malah Makanan Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.
(c) Allah swt Mencipta Takdir Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya dan BUKAN Untuk Allah Hidup Di Dalam Takdir. Ini Kerana Allah swt Di Luar Dari Menemui Takdir. Sebagai Contoh, Wajib Bagi Manusia Menemui Hari Isnin, Selasa, Rabu, Khamis, Jumaat, Sabtu Dan Ahad Sama Ada Suka Atau Tidak! Tidak Seorangpun Dari Hamba-Hamba-Nya Akan Terlepas Dari Takdir Ini.
(d) Allah swt Mencipta Masa Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Mengatur Hidup Dan Berurusan Dengannya TETAPI BUKAN Untuk Allah Yang Menikmati Masa Untuk Mengatur urusan-Nya atau Diri-Nya Kerana Allah swt Di Luar Dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini Dan Masa Akan Datang  Semuanya Telah Tamat Di Sisi Allah swt. Sebagi Contoh, Wajib Bagi Manusia Melalui Masa 1 Hari 24 Jam, 7 Hari Seminggu, 30 Hari Sebulan, 365/6 Setahun Dan Seterusnya, Tidak Seorangpun Yang akan Terlepas Dari Melalui Masa-Masa Ini.
Dalam hal lain perkara yang perlu kita ambil perhatian adalah Allah swt itu tidak menyerupai atau diserupai oleh hamba-hamba-Nya, oleh kerana itu kita harus memahami sifat Allah dengan sebaiknya. Sesetengah manusia salah faham Konsep Allah Maha Kuasa Lagi Maha Esa dengan menyamatarafkan Allah dengan ciptaan-Nya. Ini adalah sifat HARAM Bagi Allah.
Kita perhatikan seketika berkenaan hal ini :-
(a) Allah swt MELIHAT BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MATA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(b) Allah swt MENDENGAR BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TELINGA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(c) Allah swt BERKATA-KATA BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MULUT Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(d) Allah swt MENGENGGAM BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TANGAN Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(e) Allah swt DILUAR dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini & Masa Akan Datang. Allah swt DILUAR Dari Sifat Berubah Bentuk Sama Ada Muda, Tua Atau Apa Saja. Allah swt DILUAR Dari Sifat Mati.
(f) Allah swt BERWAJAH BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai WAJAH Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
“Allah swt Maha Kuasa Mengatasi Logik Akal Manusia”
(2) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA KRISTIAN


(Yohanes 17:3)
“Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.
(Markus 12:29)
“Maka jawab Yesus kepadanya, HUKUM YANG TERUTAMA ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun ALLAH TUHAN KITA ialah Tuhan yang Esa.”
(Ulangan 4:35)
“Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.
(Ulangan 6:4)
“Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”
(Ulangan 4:39)
“Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”
(II Samuel 7:22)
“Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
(Yahya 17:8)
“Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari pada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku”
PENJELASAN : Kitab Bible yang mengalami perubahan besar di dalamnya masih terdapat juga terdapat perkara-perkara yang benar seperti ayat-ayat yang dikemukakan di atas. Allah Maha Esa bererti Allah BUKAN 3 Tuhan atau Allah BUKAN 3 dalam 1 atau 1 dalam 3.
Allah iaitu Al-Ilah, adalah Satu-Satunya Yang Patut Disembah dan tiada sekutu bagi-Nya.
(3) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA HINDU


(Surah An-Nisaa’ 4:164)
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.19)
Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia
(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.20)
Dia tidak bisa dilihat, tidak ada orang mampu melihat dengan mata.
(Bhagavad Gita Ch.10:V.3)
Allah Tuhan yang tidak dilahirkan, tiada permulaan, Tuhan Seru Sekalian Alam.
(Yajurveda Ch.32:V.3)
Tiada rupa buat Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia berhak disembah.
(Yajurveda Ch.40:V.8)
Allah tidak berbentuk dan Dia Suci
(Rigveda Book 1 Hymn 164:V.146)
Allah Maha Esa. Panggilah dengan berbagai nama.
(Rigveda Book 10 Hymn 114:V.5)
Tuhan itu satu, Dia disebut dengan berbagai nama.
(Rigveda Book 8 Hymn 1:V.1)
Kami tidak menyembah seseorang kecuali Allah yang satu.
(Rigveda Book 6 Hymn 45:V.16)
Sembahlah Dia saja Tuhan yang sesungguhnya.
(Chandogya Upanishad Ch.6 Sek.2 V.1)
Tuhan hanya satu tidak ada sekutu dengan-Nya
(Shevatashvatara Upanishad Ch 6: V.9)
Allah itu tidak beribu bapa.
KESIMPULAN : Betapa kita harus memikirkan hal ini seketika, di dalam Al-Quran Allah swt hanya menyebut 4 Kitab sahaja iaitu Kitab Taurat (Nabi Musa a.s), Kitab Zabur (Nabi Daud a.s), Kitab Injil (Nabi Isa a.s), Kitab Al-Quran (Nabi Muhammad saw).
AKHIR KATA : Kitab apapun selain dari Kitab Suci Al-Quran BUKANLAH Kitab yang diimani oleh Umat Islam bahkan Nabi-Nabi dari Nabi Adam a.s sehingga Nabi Muhammad saw. Mungkin saja kitab ini mengandungi Firman Allah swt, mengapa tidak! ya memang terdapt Firman Allah tapi bagaimana dengan kesalahan-kesalahan Ilmiah, pertentangan ayat-ayat,  perkara-perkara yang tidak sepatutnya bagi para Nabi dan perkara-perkara yang HARAM bagi Allah?
Oleh kerana itu semua manusia di ajak dialog antara agama, supaya jika kita dapat mengenali dan memahami Konsep Iman Kepada Allah swt dengan yang sebenarnya.
(Surah Ali’Imran 3:64)
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.

Wednesday, November 9, 2011

Berita Kedatangan Rasulullah SAW dan Mengenai Kaabah Muslim Dalam Kitab Suci Veda Hindu.






Kitab Suci Al Quran 103 : 01-03(Al-Hasyr)
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu sentiasa dalam kerugian. Kecuali bagi mereka yang beriman dan melakukan kebaikan. Dan berpesan-pesan ke arah kebenaran dan kesabaran".


Suhuf Brahma Sutra Hindu :
"Ekam Brahm,divtiya naste neh na naste kinchan"
-"Sanya hanya satu Tuhan yang Maha Esa, tiada duanya, tiada tiganya, tiada sama sekali. Sedikit pun"
"Na tasya pratima asti" -"Tiada yang semisal denganNya."-(Svetasvatara Upanishad 4:19)


Surah Al Ikhlas 112 :1-4, Katakanlah Allah itu Esa, Maha Kekal, tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Tiada yang dapat menyerupainya"


Demikianlah antara petikan dari kedua-dua kitab suci untuk kita buat rujukan dan renungan betapa sejak berzaman ada peringatan akan keEsaan Allah SWT. Jika dalam Islam, tiada bangsa yang tidak pernah diutus seorang penyampai yakni Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi, maka tidakkah berkemungkinan sekali bahwa insan-insan dalam catitan Vedha yang dimuliakan orang-orang Hindu itu sebagai sebahagian penyampai risalatNya? 


Adakah berkemungkinan Shri Rama dan Shri Krishna itu merupakan antara Rasul-rasul yang diutus untuk tanah India? Adakah umat Islam akan menerima kenyataan ini dan menghormati mereka sepertimana Rasul-Rasul lain dihormati?


Aku sendiri tiada jawapan untuk itu. Setahu yang saya faham al-Quran jelas ada menyebut pasal Rasul-Rasul yang disampaikan untuk umat Bani Israel dahulu seperti Musa AS atau Isa AS, namun al-Quran tak pernah secara jelas merujuk kepada dunia bahagian sini (India). Meskipun demikian memang dalam al-Quran ada menyebut "...dan tiada seorang atau bangsa yang tidak kami utuskan seorang pemberi ingatan"- (Al-Quran:35:24)


Mesej yang sama diulang dalam Surah Rad, surah 13 ayat 7" 


"...dan pada tiap-tiap bangsa itu telah kami beri utusan Kami" (Al-Quran 13:7)


dan lagi dalam Surah An nisa:


"Di antara utusan-utusan Kami itu, ada yang Kami ceritakan di dalam Kitab, sedang ada yang lain tidak Kami cerita"
(Al-Quran 4:164)


dan ada beberapa surah lagi dalam al-Quran yang menyatakan mesej yang sama berkenaan diutuskanNya setiap bangsa 
dengan seorang pemberi ingat dan utusan.


Nyatanya hinggalah ke hari ini kita dapat melihat betapa agama Islam mudah diterima oleh mereka daripada agama lain yang mahu membuka akal fikiran dan mata hati mereka untuk menerima risalah ini. Bahkan tentu saja kalau Allah SWT mengkehendaki maka akan dijadikanNya semua umat manusia atas bumi ini pastilah menerima agama Islam. Tetapi Dia pasti ada rancangan lain yang hanya Dia jualah yang Maha Mengetahui. 


Untuk ini dalam rangka umat lain untuk menerima risalah Islam dengan hati yang terbuka, maka haruslah diterapkan di sini nilai-nilai yang murni dari agama
Islam itu sendiri. Dimana kita menanamkan kepada mereka keyakinan kepada Maha Pencipta yakni Allah SWT dan dalam rangka itu, juga menghormati akan agama-agama lain yang juga berasal dari ajaran Rasul-Rasul terdahulu. Sedangkan bukankah sanya memang dalam agama Islam itu menekankan bahawa harus kita menghormati anutan agama lain di samping usaha kita menyebarkan dakwah pada mereka? Barangkali juga menunjukkan kesatuan Tauhid dalam semua risalah kebenaran akan keEsaan Allah SWT.


Sungguh tiap-tiap penulisan akan risalah-risalah sebegini adalah bermatlamatkan untuk mencari kebenaran dan membawa berita gembira kedatangan Islam yang mana adalah merupakan suatu kejayaan dunia dan akhirat sekiranya dari kira-kira 1000 orang yang membaca, hanya seorang sahaja yang akan menganut sekalipun.


Pencarianku akan kebenaran Tauhid yang dibawa dari sekian lama, seawal sejarah peradaban manusia, membawaku menemui suatu kitab karangan A.H Vidyarthi dan U. Ali yang bertajuk "Muhammad SAW dalam kitab-kitab suci Parsi, Hindu dan 
Buddha". Dan ringkasan dia aku tuliskan di bawah ini.


Juga kebelakangan ini, aku banyak sekali menonton ceramah-ceramah Dr Zakir Naik seorang cendekia Muslim yang pintar yang begitu banyak membahaskan tentang dialog antara agama "Interfaith Dialogue" dan telah mengembara ke seluruh 
pelusuk dunia untuk misinya itu. Salah satunya adalah berpusat di Bombay,India di mana Dr.Zakir telah berdialog dengan seorang sami Hindu iaitu Swamiji dari Misionari RamaKrishna di mana Swamiji tidak dapat mengemukakan tentangan terhadap pandangan Zakir Naik ini.


Sebagai memulakan, kita lihat Dr Zakir Naik menyatakan dan menghuraikan di sini ada dua tempat di mana kalimah Allah telah digunakan secara terang-terangan di dalam kitab-kitab Hindu ini:


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Kalimah Allah telah digunakan di dalam kitab Rig Veda Surah 1 Ayat 2:
Terdapat kalimah "Illa" yang dinisbat dengan "Illah/Illahi" dalam ayat tersebut di atas merujuk kepada Tuhan Maha
Pencipta Allah SWT.


Allo Upanishad:
Disebut nama Allah SWT dengan kalimat Allo dialek Sanskrit.


ULASAN Sidi Rijjal: 
Memang terdapat kemungkinan persamaan kalimat antara Arab dan Sanskrit tetapi terdapat perbezaan yang ketara antara tafsiran Islam dengan Upanishad kini.Contohnya dalam Upanishad, memang ada disebut kalimah Allah tetapi penekanannya pastilah tidak sepenting Islam. Jawapan di atas adalah kurang konkrit. Walaupun terdapat perkataan sedemikian di dalam kitab tersebut, nama itu tidak utama dalam agama Hindu, Buddha atau Jainisme. Kalimah itu hanya penggunaan kata nama.


Jawapan Intelektual:
Kami setuju dengan anda yang demikian. Tidak seperti agama Kristian yang berkeras hanya Jehovah sahajalah nama Tuhan, Islam tidak mengisahkan hal itu sebagai hal besar walaupun nama utama bagiNya adalah Allah. Adalah atitud anda terhadapNya yang dipersoalkan dalam agama Islam sebagai contoh, bangsa Arab Quraish agama Pagan 
menggunakan nama Allah untuk Yang Maha Esa, tetapi mereka melakukan syirik terhadapNya dengan mengatakan Dia beranak dan memperanakkan serta diberhalakan. Serupa juga Kristian menyatakan Allah itu beranak dan Dia turun ke 
dunia sebagai manusia. Allah itu Esa tiada sekutu. Dia tiada jantina lelaki perempuan.


Menyentuh pula tentang keyakinan segelintir orang salih dalam agama Hindu yang menyatakan Krishna dan Rama sebagai para Nabiyullah dan bukannya Dewa atau Tuhan, serta Muslim harus menghormati mereka seperti seharusnya, maka kita 
berbalik pada petikan Al-Quran ini "Kami telah menghantar beberapa utusan sebelum kamu(Muhammad), ada yang Kami 
ceritakan kisahnya dan ada yang Kami tidak kisahkannya kepada kamu...."(Al-Quran 40:78).
Pada tahun 1935,Dr.Pran Nath telah menerbitkan artikelnya dalam Times of India yang menunjukkan dengan jelas di dalam kitab Rig Veddha terdapat banyak peristiwa-peristiwa yang berlaku nun di Babylon dan Mesir berkenaan Raja-Raja
mereka serta peperangan mereka. Tambahan lagi terdapat persamaan antara kitab itu dengan kitab-kitab suci Babylon Sumeria pula. Jadi tiada lah salah kalau kita katakan di sini bahawa dalam perpektif Muslim sebenar, kita tidak akan menolak bahawa mereka ini pastilah pernah diturunkan wahyu langit oleh Allah SWT suatu ketika dahulu.


Kita sebagai Muslim tidak menolak watak-watak yang di"Dewa"kan dalam agama Hindu adalah besar kemungkinan para Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi yang diutus untuk mereka. Di sini marilah kita melihat sejenak akan ayat-ayat dalam kitab suci Hindu yang menyebut tentang nubuwat kedatangan Rasul akhir zaman:


"Wahai manusia dengarkanlah olehmu! Manusia Terpuji akan dibangkitkan dari kalangan manusia. Kami mengambil perlindungan kepadanya dari 60,090 musuh yang berunta jantan dan betina sebanyak 20 semuanya yang menduduki makam hingga ke syurga." (Atharva Veda 20:129)
"Seorang guru Ruhani "Malechha akan datang bersama utusannya. Namanya adalah Mahamad..."
-Bhavishya Puran:Prati Sarg, Bahagian 3:3,3,5.


Pertanyaan Pembaca:
Tuan maklum bahawa, kitab Purana ini tidaklah sekuat dan seautentik kitab Veddha tentang agama Hindu, jadi "Malecha" di sini adalah sebagai kasta rendah dalam Hindu. Dan bukan seperti yang tuan dakwakan. Mahamad pula dalam bahasa
Sanskrit bermakna "Silap Besar".


Jawapan Intelektual:
Ya begini, terjemahan ayat 5-27(puranas:Prati Sarg Parv 3:3) adalah dilakukan oleh seorang pengkaji yang arif bahasa Sanskrit tetapi juga seorang Muslim iaitu Dr.Vidyarti. Dan bahkan beliau menyatakan SEKARANG memang orang banyak 
gunakan ayat itu untuk merendahkan manusia dan membawa makna kotor, tidak bersih. Hakikatnya penggunaannya adalah pelbagai dan bergantung pada ketika penggunaan ayat tersebut dan merujuk untuk siapa. Maharishi Vyasa, seorang pengarang Purana dan juga ulama Hindu telah mendefinisikan seorang "Malecha bijaksana" sebagai "seorang yang baik, daya inteleknya tajam, pencerahan ruhani, dan pengagungan pada Tuhan. 


Dari apa yang saya pelajari akan asas-asas Sanskrit sahaja, maka dapatlah dinyatakan tak relevan bagi anda dan tak logik untuk mengaitkan dengan 'kekotoran'
di sini.Adakah anda setuju ayatnya ditafsir begini "...seorang guru Rohani berkasta rendah akan datang bersama sahabatnya dan namanya adalah 'silap besar'"? Saya setuju kitab Purana tidaklah sepenting Veda tetapi kebanyakan isi di dalam Purana ditolak mentah oleh para-para skolar Hindu semata-mata adanya basyarat yang terang tentang 
Muhammad SAW. Tetapi, bagaimana pula dengan text dalam Atarvha Veda yang saya sentuh di atas sebentar tadi?


-Berkenaan Kaabah Baitullah-
"Sama ada dibina tinggi, tembok keliling lurus atau tidaktetapi adalah TUHAN itu dilihat keliling walau dari sudut mana dipandang sekalipun. Barangsiapa yang kenal akan rumah Tuhannya, tahu kerana Tuhan itu sentiasa akan diingati di sana. Takhta para malaikat ada lapan sirkit dan 9 gerbang. Ia adalah tiada tertakluk apa pun dan bergelumang di dalam cahaya Ketuhanan" (Atharva Veda 10,2,28)


Kaabah dibina oleh Nabi Ibrahim As dan Ismail AS. Ia kekal tiada ditakluk sepertimana dihurai di dalam kitab-kitab suci. Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Quran dan Perjanjian Lama dalam Al-Kitab yang menyatakan Barakah Allah SWT 
dalam Rumah Suci ini. Rumah Tuhan ini memiliki 9 gerbang yaitu: Bab-e-Ibrahim, Baab-al-wedaa', Baab-as-Safaa, Baab-e-Ali, Baab-e-Abbas, Baab-un-Nabiy, Baab-as-Salaam, Baab-az-Ziyaraat,dan Baab-ul-Haraam. Manakala lapan sirkit yang 
dinyatakan adalah: Jabal-e-Khaleej,Jabal-e-Qaiaon,Jabal-e-Hind,Jabal-e-Laalaa,Jabal-e-Keda,Jabal-e-Abu Hadidah, Jabal-e-Abi Qabees,dan Jabal-e-Umar.


"Brahma(Ibrahim AS)tinggal dekat maqam ini yang senantiasa diliputi cahaya syurga dan barakah Ketuhanan. Ia adalah tempat yang memberi kehidupan ruhani pada manusia dan tidak dapat ditakluk suatu apa pun."
-(Atharva Veda-10,2,33)-


-Lagi berkenaan Nubuwat Rasulullah SAW-


Sama Veddha banyak mengandungi profail kedatangan Nabi Muhammad SAW dan di sini salah satu kita ambil petikannya.


"Ahamiddhi(Ahmad) menerima hukum agama dari Tuhannya. Hukum agama ini banyak terkandung kebijaksanaan. Aku(pengarang kitab) menerima kebijaksanaan daripada dia seumpama dari cahaya matahari"
-(Sama Veda:2:6,8)-Kitab Suci Al Quran 103 : 01-03(Al-Hasyr)
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu sentiasa dalam kerugian. Kecuali bagi mereka yang beriman dan melakukan kebaikan. Dan berpesan-pesan ke arah kebenaran dan kesabaran".


Suhuf Brahma Sutra Hindu :
"Ekam Brahm,divtiya naste neh na naste kinchan"
-"Sanya hanya satu Tuhan yang Maha Esa, tiada duanya, tiada tiganya, tiada sama sekali. Sedikit pun"
"Na tasya pratima asti" -"Tiada yang semisal denganNya."-(Svetasvatara Upanishad 4:19)


Surah Al Ikhlas 112 :1-4, Katakanlah Allah itu Esa, Maha Kekal, tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Tiada yang dapat menyerupainya"


Demikianlah antara petikan dari kedua-dua kitab suci untuk kita buat rujukan dan renungan betapa sejak berzaman ada peringatan akan keEsaan Allah SWT. Jika dalam Islam, tiada bangsa yang tidak pernah diutus seorang penyampai yakni Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi, maka tidakkah berkemungkinan sekali bahwa insan-insan dalam catitan Vedha yang dimuliakan orang-orang Hindu itu sebagai sebahagian penyampai risalatNya? 


Adakah berkemungkinan Shri Rama dan Shri Krishna itu merupakan antara Rasul-rasul yang diutus untuk tanah India? Adakah umat Islam akan menerima kenyataan ini dan menghormati mereka sepertimana Rasul-Rasul lain dihormati?


Aku sendiri tiada jawapan untuk itu. Setahu yang saya faham al-Quran jelas ada menyebut pasal Rasul-Rasul yang disampaikan untuk umat Bani Israel dahulu seperti Musa AS atau Isa AS, namun al-Quran tak pernah secara jelas merujuk kepada dunia bahagian sini (India). Meskipun demikian memang dalam al-Quran ada menyebut "...dan tiada seorang atau bangsa yang tidak kami utuskan seorang pemberi ingatan"- (Al-Quran:35:24)


Mesej yang sama diulang dalam Surah Rad, surah 13 ayat 7" 


"...dan pada tiap-tiap bangsa itu telah kami beri utusan Kami" (Al-Quran 13:7)


dan lagi dalam Surah An nisa:


"Di antara utusan-utusan Kami itu, ada yang Kami ceritakan di dalam Kitab, sedang ada yang lain tidak Kami cerita"
(Al-Quran 4:164)


dan ada beberapa surah lagi dalam al-Quran yang menyatakan mesej yang sama berkenaan diutuskanNya setiap bangsa 
dengan seorang pemberi ingat dan utusan.


Nyatanya hinggalah ke hari ini kita dapat melihat betapa agama Islam mudah diterima oleh mereka daripada agama lain yang mahu membuka akal fikiran dan mata hati mereka untuk menerima risalah ini. Bahkan tentu saja kalau Allah SWT mengkehendaki maka akan dijadikanNya semua umat manusia atas bumi ini pastilah menerima agama Islam. Tetapi Dia pasti ada rancangan lain yang hanya Dia jualah yang Maha Mengetahui. 


Untuk ini dalam rangka umat lain untuk menerima risalah Islam dengan hati yang terbuka, maka haruslah diterapkan di sini nilai-nilai yang murni dari agama
Islam itu sendiri. Dimana kita menanamkan kepada mereka keyakinan kepada Maha Pencipta yakni Allah SWT dan dalam rangka itu, juga menghormati akan agama-agama lain yang juga berasal dari ajaran Rasul-Rasul terdahulu. Sedangkan bukankah sanya memang dalam agama Islam itu menekankan bahawa harus kita menghormati anutan agama lain di samping usaha kita menyebarkan dakwah pada mereka? Barangkali juga menunjukkan kesatuan Tauhid dalam semua risalah kebenaran akan keEsaan Allah SWT.


Sungguh tiap-tiap penulisan akan risalah-risalah sebegini adalah bermatlamatkan untuk mencari kebenaran dan membawa berita gembira kedatangan Islam yang mana adalah merupakan suatu kejayaan dunia dan akhirat sekiranya dari kira-kira 1000 orang yang membaca, hanya seorang sahaja yang akan menganut sekalipun.


Pencarianku akan kebenaran Tauhid yang dibawa dari sekian lama, seawal sejarah peradaban manusia, membawaku menemui suatu kitab karangan A.H Vidyarthi dan U. Ali yang bertajuk "Muhammad SAW dalam kitab-kitab suci Parsi, Hindu dan 
Buddha". Dan ringkasan dia aku tuliskan di bawah ini.


Juga kebelakangan ini, aku banyak sekali menonton ceramah-ceramah Dr Zakir Naik seorang cendekia Muslim yang pintar yang begitu banyak membahaskan tentang dialog antara agama "Interfaith Dialogue" dan telah mengembara ke seluruh 
pelusuk dunia untuk misinya itu. Salah satunya adalah berpusat di Bombay,India di mana Dr.Zakir telah berdialog dengan seorang sami Hindu iaitu Swamiji dari Misionari RamaKrishna di mana Swamiji tidak dapat mengemukakan tentangan terhadap pandangan Zakir Naik ini.


Sebagai memulakan, kita lihat Dr Zakir Naik menyatakan dan menghuraikan di sini ada dua tempat di mana kalimah Allah telah digunakan secara terang-terangan di dalam kitab-kitab Hindu ini:


############################


Kalimah Allah telah digunakan di dalam kitab Rig Veda Surah 1 Ayat 2:
Terdapat kalimah "Illa" yang dinisbat dengan "Illah/Illahi" dalam ayat tersebut di atas merujuk kepada Tuhan Maha
Pencipta Allah SWT.


Allo Upanishad:
Disebut nama Allah SWT dengan kalimat Allo dialek Sanskrit.


ULASAN Sidi Rijjal : 
Memang terdapat kemungkinan persamaan kalimat antara Arab dan Sanskrit tetapi terdapat perbezaan yang ketara antara tafsiran Islam dengan Upanishad kini.Contohnya dalam Upanishad, memang ada disebut kalimah Allah tetapi penekanannya pastilah tidak sepenting Islam. Jawapan di atas adalah kurang konkrit. Walaupun terdapat perkataan sedemikian di dalam kitab tersebut, nama itu tidak utama dalam agama Hindu, Buddha atau Jainisme. Kalimah itu hanya penggunaan kata nama.


Jawapan Intelektual:
Kami setuju dengan anda yang demikian. Tidak seperti agama Kristian yang berkeras hanya Jehovah sahajalah nama Tuhan, Islam tidak mengisahkan hal itu sebagai hal besar walaupun nama utama bagiNya adalah Allah. Adalah atitud anda terhadapNya yang dipersoalkan dalam agama Islam sebagai contoh, bangsa Arab Quraish agama Pagan 
menggunakan nama Allah untuk Yang Maha Esa, tetapi mereka melakukan syirik terhadapNya dengan mengatakan Dia beranak dan memperanakkan serta diberhalakan. Serupa juga Kristian menyatakan Allah itu beranak dan Dia turun ke 
dunia sebagai manusia. Allah itu Esa tiada sekutu. Dia tiada jantina lelaki perempuan.


Menyentuh pula tentang keyakinan segelintir orang salih dalam agama Hindu yang menyatakan Krishna dan Rama sebagai para Nabiyullah dan bukannya Dewa atau Tuhan, serta Muslim harus menghormati mereka seperti seharusnya, maka kita 
berbalik pada petikan Al-Quran ini "Kami telah menghantar beberapa utusan sebelum kamu(Muhammad), ada yang Kami 
ceritakan kisahnya dan ada yang Kami tidak kisahkannya kepada kamu...."(Al-Quran 40:78).
Pada tahun 1935,Dr.Pran Nath telah menerbitkan artikelnya dalam Times of India yang menunjukkan dengan jelas di dalam kitab Rig Veddha terdapat banyak peristiwa-peristiwa yang berlaku nun di Babylon dan Mesir berkenaan Raja-Raja
mereka serta peperangan mereka. Tambahan lagi terdapat persamaan antara kitab itu dengan kitab-kitab suci Babylon Sumeria pula. Jadi tiada lah salah kalau kita katakan di sini bahawa dalam perpektif Muslim sebenar, kita tidak akan menolak bahawa mereka ini pastilah pernah diturunkan wahyu langit oleh Allah SWT suatu ketika dahulu.


Kita sebagai Muslim tidak menolak watak-watak yang di"Dewa"kan dalam agama Hindu adalah besar kemungkinan para Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi yang diutus untuk mereka. Di sini marilah kita melihat sejenak akan ayat-ayat dalam kitab suci Hindu yang menyebut tentang nubuwat kedatangan Rasul akhir zaman:


"Wahai manusia dengarkanlah olehmu! Manusia Terpuji akan dibangkitkan dari kalangan manusia. Kami mengambil perlindungan kepadanya dari 60,090 musuh yang berunta jantan dan betina sebanyak 20 semuanya yang menduduki makam hingga ke syurga." (Atharva Veda 20:129)
"Seorang guru Ruhani "Malechha akan datang bersama utusannya. Namanya adalah Mahamad..."
-Bhavishya Puran:Prati Sarg, Bahagian 3:3,3,5.


Pertanyaan Pembaca:
Tuan maklum bahawa, kitab Purana ini tidaklah sekuat dan seautentik kitab Veddha tentang agama Hindu, jadi "Malecha" di sini adalah sebagai kasta rendah dalam Hindu. Dan bukan seperti yang tuan dakwakan. Mahamad pula dalam bahasa
Sanskrit bermakna "Silap Besar".


Jawapan Intelektual:
Ya begini, terjemahan ayat 5-27(puranas:Prati Sarg Parv 3:3) adalah dilakukan oleh seorang pengkaji yang arif bahasa Sanskrit tetapi juga seorang Muslim iaitu Dr.Vidyarti. Dan bahkan beliau menyatakan SEKARANG memang orang banyak 
gunakan ayat itu untuk merendahkan manusia dan membawa makna kotor, tidak bersih. Hakikatnya penggunaannya adalah pelbagai dan bergantung pada ketika penggunaan ayat tersebut dan merujuk untuk siapa. Maharishi Vyasa, seorang pengarang Purana dan juga ulama Hindu telah mendefinisikan seorang "Malecha bijaksana" sebagai "seorang yang baik, daya inteleknya tajam, pencerahan ruhani, dan pengagungan pada Tuhan. 


Dari apa yang saya pelajari akan asas-asas Sanskrit sahaja, maka dapatlah dinyatakan tak relevan bagi anda dan tak logik untuk mengaitkan dengan 'kekotoran'
di sini.Adakah anda setuju ayatnya ditafsir begini "...seorang guru Rohani berkasta rendah akan datang bersama sahabatnya dan namanya adalah 'silap besar'"? Saya setuju kitab Purana tidaklah sepenting Veda tetapi kebanyakan isi di dalam Purana ditolak mentah oleh para-para skolar Hindu semata-mata adanya basyarat yang terang tentang 
Muhammad SAW. Tetapi, bagaimana pula dengan text dalam Atarvha Veda yang saya sentuh di atas sebentar tadi?


-Berkenaan Kaabah Baitullah-
"Sama ada dibina tinggi, tembok keliling lurus atau tidaktetapi adalah TUHAN itu dilihat keliling walau dari sudut mana dipandang sekalipun. Barangsiapa yang kenal akan rumah Tuhannya, tahu kerana Tuhan itu sentiasa akan diingati di sana. Takhta para malaikat ada lapan sirkit dan 9 gerbang. Ia adalah tiada tertakluk apa pun dan bergelumang di dalam cahaya Ketuhanan" (Atharva Veda 10,2,28)


Kaabah dibina oleh Nabi Ibrahim As dan Ismail AS. Ia kekal tiada ditakluk sepertimana dihurai di dalam kitab-kitab suci. Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Quran dan Perjanjian Lama dalam Al-Kitab yang menyatakan Barakah Allah SWT 
dalam Rumah Suci ini. Rumah Tuhan ini memiliki 9 gerbang yaitu: Bab-e-Ibrahim, Baab-al-wedaa', Baab-as-Safaa, Baab-e-Ali, Baab-e-Abbas, Baab-un-Nabiy, Baab-as-Salaam, Baab-az-Ziyaraat,dan Baab-ul-Haraam. Manakala lapan sirkit yang 
dinyatakan adalah: Jabal-e-Khaleej,Jabal-e-Qaiaon,Jabal-e-Hind,Jabal-e-Laalaa,Jabal-e-Keda,Jabal-e-Abu Hadidah, Jabal-e-Abi Qabees,dan Jabal-e-Umar.


"Brahma(Ibrahim AS)tinggal dekat maqam ini yang senantiasa diliputi cahaya syurga dan barakah Ketuhanan. Ia adalah tempat yang memberi kehidupan ruhani pada manusia dan tidak dapat ditakluk suatu apa pun."
-(Atharva Veda-10,2,33)-


-Lagi berkenaan Nubuwat Rasulullah SAW-


Sama Veddha banyak mengandungi profail kedatangan Nabi Muhammad SAW dan di sini salah satu kita ambil petikannya.


"Ahamiddhi(Ahmad) menerima hukum agama dari Tuhannya. Hukum agama ini banyak terkandung kebijaksanaan. Aku(pengarang kitab) menerima kebijaksanaan daripada dia seumpama dari cahaya matahari"
-(Sama Veda:2:6,8)-


-rajah di atas menunjukkan babad-babad dan suhuf-suhuf yang terkandung dalam kitab suci Veda-

Hasil Nukilan : Sidi Rijjal al Rijalul Muntazzhar