Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Monday, February 2, 2026

  "KEBAIKAN SOLAT MENURUT SAINS"

Kajian mengenai rahsia solat yang dilakukan melalui sains bertujuan untuk menyelidik hikmah dan kesan terapeutik perubatan daripada pergerakan ibadat solat yang sempurna kepada kesihatan manusia.
Solat merupakan suatu aktiviti fizikal unik yang ditunaikan secara berterusan oleh orang Islam dan memainkan peranan penting dalam memelihara kesinambungan sistem fisiologikal manusia yang meliputi kesihatan fizikal, mental, rohani dan emosi.
Solat terbukti memberi ketenangan kepada pelakunya dan ia menjadi amalan para sahabat nabi ketika mereka sedang kepenatan. Menurut para sahabat, solat mampu mengembalikan 'tenaga dalaman' dan buat mereka rasa lebih baik.
Menurut Timbalan Pengarah Pusat Islam, Kampus Kesihatan, Universiti Sains Malaysia (USM), Profesor Madya Dr. Haji Wan Nudri Wan Daud, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh pelbagai penyelidik kesihatan dari seluruh dunia, kebaikan solat dapat dibuktikan oleh sains dengan penemuan pemulihan penyakit sendi dan tulang serta merendahkan kandungan lemak dalam badan.
Solat juga dapat memberi ketenangan minda melalui eksperimen yang dibuktikan menggunakan gelombang isyarat otak yang diukur menggunakan alat ‘Electroencephalography’ (EEG).
Sains pun sudah membuktikan bahawa besarnya fadhilat SOLAT. Jadikanlah solat sebagai salah satu terapi kita setiap hari selain ia menjadi kewajipan kita sebagai Muslim.
Bagi rakan-rakan kepulihan, SOLAT adalah salah satu kaedah kita kembali kepada fitrah dan mendapatkan kekuatan bukan sahaja dari sudut emosi, malah dari aspek fizikal juga.
Semoga apa yang Min kongsikan ini bermanfaat buat semua.
Sumber : Olahan semula dari artikel Rahsia Kebaikan Solat Dari Perspektif Sains, Universiti Sains Malaysia (USM)

Wednesday, October 7, 2015

Teknologi vs Syurgawi

Pasal Dimensi vs Teknologi vs Syurgawi

Pasal Dimensi vs Teknologi vs Syurgawi
--------------------------------------------------
Ada yg mengatakan den
dan rakan-rakan menafsir agama
dengan teknologi
atau lebih teruk menganut
agama Sciencetology ( rujuk Wiki)
tetapi apa yg kami
cuba khabarkan ialah
kehebatan Teknologi Ilahi itu sendiri

1 Dimensi ..Alam suatu bentuk titik shj

2 Dimensi..Alam ada panjang & lebar shj
(kedua2 dimensi ini ada makhluknya mgkn
 makhluk berbentuk rohani unsur atau jin
atau malaikat peringkat rendah)

3 Dimensi..Alam manusia  & haiwan
   ada panjang, lebar dan tinggi ( ada isipadu)
   menguasai ruang tapi tak menguasai masa.
   Terpaksa bekerja
   atau bergerak untuk mengubah atau membuat
   sesuatu (proses).
Alam ini penuh kesusahan dan di sisi Allah
tiada nilai walaupun sebelah kepak nyamuk

4  Dimensi..Alam ini ada mguasai dimensi masa
     mereka tak perlu memproses spt makan
     berjalan atau tempat tinggal. Mereka menjaga
     pintu-pintu ruang masa. Mereka mungkin suatu
     entiti cahaya atau kuasa sub atomik. Mungkin
     terdapat insan-insan istimewa berjaya ke sini
     Mereka ini mungkin dikategori Ancient Alien atau
     Ancient Astronaut
     Mungkin ini pintu langit ke 2

5  Dimensi..Alam ini entiti bukan shj menguasai
 masa tetapi mungkin menguasai niat atau kehendak
Ini mungkin alam yg lebih tinggi atau mungkin
di syurga peringkat rendah . Teknologi sangat tinggi
Barang yg dikehendaki maka menjadi
Tiada resah gelisah

6 Dimensi...Alam ini tiada siapa ketahui. Mungkin ini
syurga peringkat sederhana. Ada yg mgatakan mereka
boleh berada di mana2 zaman, masa dan dimensi
Ramai yg tersalah sangka siapa mereka jika
terserempak dgn mereka. Mungkin dianggap sbagai
Tuhan, Dewa atau Blackhole dsbaginya

7 Dimensi..den dah habis idea...

Jika dalam peristiwa Israq & Mikraj didapati
ada 2 teknologi penting iaitu
1. Pembedahan- mungkin utk ubahsuai jasad utk ke dimensi
lebih ke atas
2. Buraq - suatu makhluk, suatu makhluk teknologi ( tak diketahui
    dari dimensi mana)

Jadi kami bukan komikal apatah lagi penganut scientologi
Kami mengambil cabaran Al Quran utk mengkaji
kebesaran Allah swt di bumi & langit
Thoorvanggggggggggggg

Credits to Tok P.A
dug drom this site : http://mrsmmersing.blogspot.my/2014/11/pasal-dimensi-vs-teknologi-vs-syurgawi.html

Monday, July 8, 2013

Kajian Agama-Agama Dunia(4) : Manichaesme





Mani  adalah pendiri agama Manikheisme yang hidup pada abad ketiga. Ia dilahirkan di desa Mardinu, di gurun Nahr Kuta, Babilonia Selatan pada 14 April 216.Mani tidak sekadar pendiri agama Manikheisme, ia juga seorang fisuf, astrolog, dan pelukis dari Persia. Pada 277 M, ia harus meninggal karena dieksekusi oleh pemerintahan Persia, tetapi agama yang didirikannya terus bertumbuh dan berkembang.

Menurut sumber-sumber Arab Islam, ayahnya bernama Fatak, seorang bangsawan Persia yang kemudian pindah ke Ktesifon. Disana ia mendapatkan pendidikan yang baik. Pada mulanya ia masuk anggota sekte Gnostik Yahudi, tetapi itu segera ditinggalkannya setelah mendapat wahyu ilahi pada tahun 228 M. Pada tahun 241, ia mulai mengajarkan wahyu yang didapatkannya pada banyak orang. Ia pergi ke Barat Daya India karena ajaran yang disebarkannya tidak terlalu berhasil di tanah kelahirannya sendiri, tetapi justru disitulah ia kemudian berhasil memasukkan penguasa lokal ke dalam agama Mani. pada tahun 242, ia kembali ke Persia dan berhasil mendapatkan perhatian raja Shapur I. Kekagumannya pada agama Mani membuat agama Mani dapat berkembang karena Mani diberikan izin untuk menyebarkan ajarannya di seluruh Imperium Persia/Sassanid. Pengikut agama Mani pun semakin banyak sehingga mampu mengutus penginjil keluar daerah. Tetapi hal ini menimbulkan kecemburuan dari para pendeta Zoroaster yang merupakan agama negara Persia di bawah dinasti Sassanid.Pada tahun 276, setelah raja Bahram I naik takhta, Mani ditangkap dan dipenjara.Ia akhirnya harus tewas karena mengalami penyiksaan yang begitu berat.Selama hidupnya, ia menulis beberapa buku; satu dalam bahasa Persia dan yang lain dalam bahasa Syriac (bahasa Semit yang dekat dengan bahasa Aramaik dari zaman Yesus). Buku inilah yang menjadi sumber utama agama Manikheisme. Sepeninggal Mani, pengikut-pengikutnya mengungsi ke beberapa tempat sehingga tersebarlah ajaran Mani di Mesopotamia, Afrika Utara, Sisilia, Italia dan Spanyol. Tetapi Manikheisme hilang pada abad ke-6.

Manikheisme mengajarkan bahwa terdapat dua kerajaan besar, yaitu kerajaan Terang dan kerajaan Gelap yang sudah berperang sejak awal. Dunia ini muncul sebagai hasil dari peperangan tersebut, karena itulah dunia kemudian dianggap memiliki dua unsur yaitu terang dan gelap atau baik dan jahat. Setiap orang adalah anak terang sekaligus anak gelap, dalam artian jiwa manusia yang baik terjebak dalam tubuh manusia yang sebenarnya jahat. Keselamatan dipahami sebagai tindakan pembebasan jiwa dari genggaman tubuh dengan mempraktekkan askese. Dalam hal ini, penderitaan Yesus dianggap sebagai sesuatu yang semu karena merupakan lambang dari terbelenggunya jiwa dalam tubuh.Agama Mani merupakan gabungan dari Zoroaster, Budha dan Kristen, tetapi ia mengklaim kalau pewahyuannya lebih lengkap dari tiga agama besar ini.

Tata ibadah agama Mani sangat sederhana karena hanya mengulangi rumusan doa tertentu, berpuasa, dan mengakui dosa. Mereka berdoa empat kali sehari yang didahului dengan pembasuhan kaki. Pada waktu beribadah, mereka memandang ke arah matahari atau bulan sebagai sumber terang. Ibadah pada hari Minggu dipandang sebagai penyembahan terhadap terang atau matahari. Puasanya terbagi atas mingguan, bulanan, tahunan. Sakramenpun hanya diikuti oleh orang yang dianggap sebagai golongan sempurna, juga tidak menggunakan anggur karena bagi mereka Kristus tidak berdarah. Ekaristi merupakan peringatan dari terbelenggunya jiwa pada materi (kejahatan).

Mengenai Ajaran Manichaeism petikan dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Mani_(nabi)

Friday, January 6, 2012

Habib Sheikh Abdul Qodir As Segaff


HABIB SYECH ABDUL QODIR ASSEGAF

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya. Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout.

Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo. Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama'ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.

Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .

Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.


PETIKAN : http://syechermania.blogspot.com/2010/09/habib-syech-abdul-qodir-assegaf.html

Tuesday, December 20, 2011

KONSEP TAUHID DALAM ISLAM,KRISTIAN DAN HINDU(AJARAN ASAL))





Assalamualaikum wbt buat saudara serta saudara muslimin dan muslimat, saya cuma nak berkongsi sedikit tentang Konsep Iman Kepada Allah swt yang merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam.  Sebenarnya hakikat yang dikatakan beriman ini tidak hanya diletakkan pada orang yang mempercayai wujud Tuhan semata-mata, kerana manusia yang tidak mengiktiraf wujudnya Tuhan juga adalah orang yang beriman.


Bagi orang yang beragama sama ada Islam, Kristian, Hindu, Buddha dan lain-lain agama yang tidak saya sebutkan disini semuanya mempunyai Iman dan percaya wujudnya Tuhan. Kemudian di satu sudut terdapat juga  jutaan manusia yang tidak percaya akan wujudnya Tuhan iaitu Allah Pencipta Seluruh Isi Alam dan semua ini adalah di dalam liputan-Nya dan inilah iman mereka
Konsep beriman kepada Tuhan ini terpecah kepada beberapa bahagian yang dapat kita lihat dengan jelas : -
(1) Mempercayai Wujudnya Tuhan seperti Agama Islam, Agama Kristian, Agama Hindu dan Agama Buddha. Beriman wujudnya Tuhan ini adalah suatu berita baik kepada golongan ini, NAMUN dalam kita mempercayai dan beriman wujudnya Tuhan seharusnya manusia memahami siapakah Tuhan dan bagaimana sifat-Nya serta batasannya.
(2) Golongan manusia (Atheis) yang tidak beriman wujudnya Tuhan , dan inilahsebenarnya  iman mereka, MEREKA BERIMAN  bahawa Tuhan tidak wujud dengan pelbagai alasan dan kajian ilmiah yang cuba dibuktikan oleh golongan ini.
Bagi golongan yang mempercayai kewujudan Tuhan, mereka tidak sewenang-wenangnya dibiarkan sendiri dalam mencari petunjuk Tuhan, Tuhan akan memilih Rasul dari kalangan manusia untuk menyampaikan perintah suci sebagai panduan dan batas kepada manusia seluruhnya. Namun sikap manusia yang lebih gemar menurut hatinya menyebabkan konsep Iman kepada Tuhan menjadi pelbagai, sedangkan jika kita memahami isi Kitab ini menunjukkan Konsep Iman Kepada Allah swt dan sifat-Nya adalah sama.
Tuhan BUKANKANLAH Jesus (a.s), Tuhan BUKANLAH Gautama Buddha, Tuhan BUKANLAH Berhala-Berhala atau apa saja yang terlintas difikiran dan terlintas dihati manusia TETAPI TUHAN adalah Allah swt. Allah swt adalah Satu-Satunya Tuhan Yang Patut Disembah dan Tidak ada Tuhan selain Allah swt. Walaupn manusia yang mempunyai latar belakang agama yang berbeza dan mempunyai kepercayaan seperti penyembah gunung ganang, penyembah berhala, penyembah lautan, penyembah alam atau apa saja yang disembahnya atau pun tidak menyembah apa-apa, golongan ini juga akan mendapat pertolongan dari Allah swt.
Siapa lagi TUHAN kalau bukan Allah swt!
Golongan sebegini juga meminta kepada Allah swt sebenarnya, memang tidak masuk akal perbuatan mereka tetapi inilah hakikatnya dan walaupun ia adalah dalam kategori menyekutukanNya, Allah swt tetap mendengar dan memberi perkenan-Nya kepada mereka dan serta seluruh isi alam.
Saya mengajak kita memperhatikan seketika perbandingan Konsep Iman Kepada Allah berdasarkan Kitab Al-Quran, Kitab Bible dan Kitab Hindu. Sangat jelas kepada kita bahawa  ISLAM, KRISTIAN & HINDU mempunyai Konsep iman kepada Allah swt yang sama di dalam kitabnya, namun pelaksanaan iman dikalangan umat beragama ini berbeza sama sekali.


(1) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA ISLAM
(Surah Al-Ikhlash : Ayat 1-4)
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula di peranakkan dan Dia tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya”.
PENJELASAN : Inilah Konsep Tauhid yang sebenarnya, Allah swt beriri dengan sendiri tanpa bergantung dengan sesuatu apa pun kerana segala sesuatu itu adalah bergantung pada Allah swt.
(a) Allah swt Mencipta Oksigen Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Bernafas Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Oksigen, Malah Oksigen Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.
(b) Allah swt Mencipta Sumber Makanan Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Makan Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Sebarang Makanan, Malah Makanan Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.
(c) Allah swt Mencipta Takdir Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya dan BUKAN Untuk Allah Hidup Di Dalam Takdir. Ini Kerana Allah swt Di Luar Dari Menemui Takdir. Sebagai Contoh, Wajib Bagi Manusia Menemui Hari Isnin, Selasa, Rabu, Khamis, Jumaat, Sabtu Dan Ahad Sama Ada Suka Atau Tidak! Tidak Seorangpun Dari Hamba-Hamba-Nya Akan Terlepas Dari Takdir Ini.
(d) Allah swt Mencipta Masa Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Mengatur Hidup Dan Berurusan Dengannya TETAPI BUKAN Untuk Allah Yang Menikmati Masa Untuk Mengatur urusan-Nya atau Diri-Nya Kerana Allah swt Di Luar Dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini Dan Masa Akan Datang  Semuanya Telah Tamat Di Sisi Allah swt. Sebagi Contoh, Wajib Bagi Manusia Melalui Masa 1 Hari 24 Jam, 7 Hari Seminggu, 30 Hari Sebulan, 365/6 Setahun Dan Seterusnya, Tidak Seorangpun Yang akan Terlepas Dari Melalui Masa-Masa Ini.
Dalam hal lain perkara yang perlu kita ambil perhatian adalah Allah swt itu tidak menyerupai atau diserupai oleh hamba-hamba-Nya, oleh kerana itu kita harus memahami sifat Allah dengan sebaiknya. Sesetengah manusia salah faham Konsep Allah Maha Kuasa Lagi Maha Esa dengan menyamatarafkan Allah dengan ciptaan-Nya. Ini adalah sifat HARAM Bagi Allah.
Kita perhatikan seketika berkenaan hal ini :-
(a) Allah swt MELIHAT BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MATA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(b) Allah swt MENDENGAR BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TELINGA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(c) Allah swt BERKATA-KATA BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MULUT Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(d) Allah swt MENGENGGAM BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TANGAN Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(e) Allah swt DILUAR dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini & Masa Akan Datang. Allah swt DILUAR Dari Sifat Berubah Bentuk Sama Ada Muda, Tua Atau Apa Saja. Allah swt DILUAR Dari Sifat Mati.
(f) Allah swt BERWAJAH BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai WAJAH Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
“Allah swt Maha Kuasa Mengatasi Logik Akal Manusia”
(2) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA KRISTIAN


(Yohanes 17:3)
“Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.
(Markus 12:29)
“Maka jawab Yesus kepadanya, HUKUM YANG TERUTAMA ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun ALLAH TUHAN KITA ialah Tuhan yang Esa.”
(Ulangan 4:35)
“Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.
(Ulangan 6:4)
“Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”
(Ulangan 4:39)
“Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”
(II Samuel 7:22)
“Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
(Yahya 17:8)
“Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari pada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku”
PENJELASAN : Kitab Bible yang mengalami perubahan besar di dalamnya masih terdapat juga terdapat perkara-perkara yang benar seperti ayat-ayat yang dikemukakan di atas. Allah Maha Esa bererti Allah BUKAN 3 Tuhan atau Allah BUKAN 3 dalam 1 atau 1 dalam 3.
Allah iaitu Al-Ilah, adalah Satu-Satunya Yang Patut Disembah dan tiada sekutu bagi-Nya.
(3) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA HINDU


(Surah An-Nisaa’ 4:164)
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.19)
Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia
(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.20)
Dia tidak bisa dilihat, tidak ada orang mampu melihat dengan mata.
(Bhagavad Gita Ch.10:V.3)
Allah Tuhan yang tidak dilahirkan, tiada permulaan, Tuhan Seru Sekalian Alam.
(Yajurveda Ch.32:V.3)
Tiada rupa buat Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia berhak disembah.
(Yajurveda Ch.40:V.8)
Allah tidak berbentuk dan Dia Suci
(Rigveda Book 1 Hymn 164:V.146)
Allah Maha Esa. Panggilah dengan berbagai nama.
(Rigveda Book 10 Hymn 114:V.5)
Tuhan itu satu, Dia disebut dengan berbagai nama.
(Rigveda Book 8 Hymn 1:V.1)
Kami tidak menyembah seseorang kecuali Allah yang satu.
(Rigveda Book 6 Hymn 45:V.16)
Sembahlah Dia saja Tuhan yang sesungguhnya.
(Chandogya Upanishad Ch.6 Sek.2 V.1)
Tuhan hanya satu tidak ada sekutu dengan-Nya
(Shevatashvatara Upanishad Ch 6: V.9)
Allah itu tidak beribu bapa.
KESIMPULAN : Betapa kita harus memikirkan hal ini seketika, di dalam Al-Quran Allah swt hanya menyebut 4 Kitab sahaja iaitu Kitab Taurat (Nabi Musa a.s), Kitab Zabur (Nabi Daud a.s), Kitab Injil (Nabi Isa a.s), Kitab Al-Quran (Nabi Muhammad saw).
AKHIR KATA : Kitab apapun selain dari Kitab Suci Al-Quran BUKANLAH Kitab yang diimani oleh Umat Islam bahkan Nabi-Nabi dari Nabi Adam a.s sehingga Nabi Muhammad saw. Mungkin saja kitab ini mengandungi Firman Allah swt, mengapa tidak! ya memang terdapt Firman Allah tapi bagaimana dengan kesalahan-kesalahan Ilmiah, pertentangan ayat-ayat,  perkara-perkara yang tidak sepatutnya bagi para Nabi dan perkara-perkara yang HARAM bagi Allah?
Oleh kerana itu semua manusia di ajak dialog antara agama, supaya jika kita dapat mengenali dan memahami Konsep Iman Kepada Allah swt dengan yang sebenarnya.
(Surah Ali’Imran 3:64)
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.

Sunday, October 16, 2011

Ke Arah MELAYU ISLAM Maju Jaya.....

     Bismillahirrahmanirrahim.....



   Semakin hari masa berlalu dengan pantas dan tidak lagi menoleh ke belakang. Apa-apa saja yang kita tempuhi sekarang bakal menjadi perbekalan kita jua untuk menempuh alam hakiki yang kekal serta abadi. Sekiranya kita membawa amal kebajikan maka ianya akan menjadi 'back-up' kita di alam 'sana', manakala bagi sesiapa yang memenuhi kehidupan dengan amalan yang jelek, maka 'karma' keburukan itu jualah yang akan kembali menimpa diri-diri mereka.

   Sesungguhnya Allah SWT itu adalah yang Maha Merahmati lagi Maha Mengampuni serta Maha Mengetahui pula akan segala sifat-sifat di dada-dada insan. Dari itu, hendaklah kita merenung diri kita sedalam-dalamnya dengan menggunakan 'mata hati' yang dikurnia Allah SWT kepada kita, semoga kita menemui 'jalan' bagi memecah kebuntuan dan kegelapan yang sentiasa merintangi jalan-jalan kita di hadapan. Allah SWT ada berfirman di dalam Al-Quran mengenai betapa ruginya manusia-manusia yang tidak berpesan-pesan ke arah kebenaran dan tidak menegakkan amar maaruf dan nahi mungkar. Allah SWT jua akan mengganjarkan ganjaran yang mulia untuk mereka yang berjuang memerangi kebatilan dan menegakkan yang Haq.

   Bangsa Melayu, secara khususnya, merupakan antara 'race' di kalangan banyak-banyak 'race' di dunia yang amat unik dan instimewa dari beberapa segi. Benar setiap bangsa punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetapi sejarah telah banyak membuktikan bangsa Melayu sebagai antara bangsa yang paling muda di dunia dan memiliki keunikan tersendiri dengan memiliki 'mixed-culture' dan juga 'mixed ancestry' yang paling banyak. Sekiranya kita meneliti, bangsa Melayu tidak boleh di'spesifikasi' mengikut rupa tertentu, contohnya, dalam bangsa Melayu, ada yang memiliki paras rupa wajah dan kulit seperti India, Cina, Papua, Jepun, Arab, Turki, Eropah dan berbagai. Bangsa Melayu dikatakan memiliki kacukan terbanyak dari pertembungan berbagai budaya.


   Inilah yang menjadikan Bangsa Melayu suatu bangsa yang amat unik. Dari segi agama pula, sejarah menunjukkan bahawa nenek moyang kita didapati menganuti agama Hindu dan Buddha sebelum beralih ke agama Islam di nusantara ini. Ada juga bangsa rumpun Melayu yang menerima agama lain seperti Nasrani dan sebagainya. Dikatakan penduduk-penduduk lama Tanah Melayu adalah beragama Hindu dan Buddha. Kemungkinan juga sejak agama-agama tersebut masih agama langit. Sebab dikatakan kedua-dua agama ini berasal dari ajaran Rasul-Rasul lama.

   Pujangga Melayu Hang Tuah pernah melaungkan "Takkan Melayu hilang di dunia." Perkataan ini, merujuk kepada bangsa Melayu-Islam yang bererti setiap Melayu adalah Islam. Begitu juga ada kalangan ulama'-ulama' nusantara menyatakan "Melayu itu Islam" kerana kehidupan Melayu semasa baru menerima Islam memang amat sebati dari segi Syariatnya, tarekatnya, hakikatnya dan marifatnya. Zaman dahulu, tanah Melayu memang kaya dengan undang-undang Syariah dan jalan-jalan Tarekat Muktabar yang Haq lagi jauh dari kebatilan memenuhi sekitar Nusantara.

   Tetapi, sekiranya kita melihat hari ini, 'senario'nya amatlah jauh berbeza. Bangsa Melayu ketinggalan dalam semua bidang. Agama Islam pun seolah-olah hanya menjadi 'sarung' dan 'kulit' kebanyakan umat Islam Melayu di Nusantara, sedangkan mereka banyak mendabik dada akan dogma 'kemuliaan Melayu' atau 'keramat bangsa Melayu' sedangkan tanpa disedari, Melayu kita hari ini, tidak seperti zaman-zaman dahulu, hanyalah menjadi bahan senda dan gurauan bangsa-bangsa lain, sama ada yang Islam mahupun yang Kafir Laknatullahi alaihi.

   Melayu semakin hanyut dengan arus gelombang modenisasi yang tidak berpaksi moral dan nilai keruhanian, hanyut dalam budaya hedonisme, maksiat, kemungkaran, kebatilan dan lain-lain budaya yang buruk dan keji. Bangsa Melayu ibarat layu dan semakin melayu-layu di tepian padang pasir tanpa sebarang air untuk menyegarkannya. Gejala moral semakin menjadi-jadi, kekufuran dan kebatilan seolah-olah tiada berpenghujung lagi, dan pejuang kebenaran yang Haq ditentang dan dicaci maki habis-habisan.

   Tahun ini, adalah tahun 2011, dan sedang menghampiri ke arah 2012. Banyak telah kita saksikan segelintir  puak Melayu yang insaf dan bangkit keluar dari kepompong kehinaan asobiyah dan mitos yang mengarut dan melampau-lampau. Mereka mula melaung-laungkan perjuangan yang mengkehendaki Islam secara syumul dan menyeluruh serta tiada lagi berbaur politik sempit. Menghampiri zaman kemuncak dan penghujung alaf dalam tamadun keduniaan, tanda-tanda penghujung zaman telah nyata secara menyeluruh dan tidak lagi disangsikan bahkan disetujui ramai ulama'-ulama' ahlus Sunnah Wal Jamaah.


   Zaman yang penuh dengan fitnah dan kekacauan sehingga akan berlaku suatu perang besar yang agung. Dan ramai bangsa Melayu yang sudah mula sedar di samping ramai pula yang masih tidak sedar-sedar dan tidak mahu menyedarkan pula diri-diri mereka bahawa mereka sedang ditunggang nafsu dan Syaithan di belakang mereka. Semoga kedatangan zaman baru kebangkitan Islam di bawah pimpinan Sohib Uz Zaman Imamul Mahdi AS akan membentuk suatu kesatuan Melayu-Islam-Dunia Raya yang tiada berpecah belah dan mampu duduk dengan aman, damai dan harmoni tanpa sebarang hasad dan iri hati. Dengan laungan TAKBIR : ALLAHUAKBAR!!! ALLAHUAKBAR!!! ALLAHUAKBAR!!!


Hasil NUKILAN : SIDI RIJAL AL-WADUD

Saturday, July 9, 2011

Kajian Agama-Agama Besar Dunia(3): TAOISME

Taoisme juga disebut DAOISME, diamalkan dan diasaskan Lao Tse sejak akhir zaman Chunqiu. Taoisme berasaskan ajaran Tao Te Ching. Pengikut yang terkenal bagi Lao Tse adalah Zhuangzi. Menurut kitab Shi Ji, nama asli Lao Tse adalah Lier, nama panggilannya Bo Yang dan nama Almarhumnya Dan. Lao Tse(570-470 SM), dilahirkan di 'province' Qu, Chuguo yang sekarang lebih dikenali sebagai Hainan. Beliau juga terkenal sebagai sahabat Kong Hu Chu pengasas satu lagi ajaran Cina lama.

Taoisme menekankan unsur-unsur primitif untuk mencapai kehidupan yang abadi. Unsur-unsur primitif itu merupakan tenaga di dalam jiwa manusia yang hanya boleh dibangkitkan melalui amalan yoga dan tafakur apabila seseorang berjaya mengosongkan fikirannya. Selain itu, tenaga alam juga memberi kesan kepada manusia seperti melalui amalan feng shui. Penganut Taoisme perlu bertapa di gua-gua dan gunung-gunung untuk menghapuskan dosa.

Taoisme menekankan anti kebendaan yang mengajak penganut-penganutnya meninggalkan hal-hal keduniaan "duniawi" supaya mempermudahkan mereka mengenali diri mereka, dan mereka kurang menekan urusan Akhirat meskipun ada juga ditekankan unsur tersebut.

Agama Tao kemudiannya berkembang menjadi agama yang menjadi anutan ramai umat di negara Cina. Ajaran agama ini mengajarkan misteri-misteri kerohanian manusia dan jalan untuk manusia menyatu kepada Sang Wujud Hakiki iaitu Tao atau 'Dao'. Menurut Lao Tse, Tao bererti yang 'tidak berbentuk, tidak terdengar dan tidak terlihat' tetapi merupakan 'asas bagi semua kejadian benda hidup dan alam semesta'. Tao yang berwujud dalam semua benda hidup dan kebendaan digelar 'De'. Gabungan ini membentuk kesatuan dalam hirarki Taoisme.

Kitab-kitab suci dalam ajaran Taoisme termasuk Tao Te Ching dan Zhuangzi. Menurut ajaran Tao, setiap kejadian dalam dunia ini dilumrahkan berpasang-pasangan yang digelar sebagai "Yin dan Tang". Kedua unsur ini boleh dikatakan paksi 'negatif dan positif' dalam setiap kejadian dan memiliki tenaga sendiri. Setiap kejadian alam memiliki unsur ini, dan unsur ini saling melengkapi bagi menyempurnakan keseimbangan alam semesta. Contohnya setiap benda dijadikan berpasangan seperti, siang lawannya malam, panas lawannya sejuk, hidup lawannya mati, baik lawannya jahat, dan sebagainya.

Dalam pengajian masyarakat Cina, Taoisme banyak menyumbang pengaruh terbesar dalam masyarakat Cina seperti senaman Tai Chi, latihan tenaga dalam Qigong, bidang medik, kesihatan, ilmu kimia dan alchemi, musik, kesenian dan sebagainya. Sepanjang perkembangan ajaran Taoisme, ia telah melalui berbagai perubahan dari segi ajaran dan modifikasi kaedah peribadatan dan kaedah perjalanan kerohanian masing-masing. Maka wujudlah beberapa aliran yang begitu banyak dalam ajaran Tao yang memiliki ranting-ranting yang berbeza antara satu sama lainnya.

Jadi, seperti agama-agama lain, agama Taoisme yang sinonimnya dengan masyarakat Cina ini, juga tidak terlepas dari pengaruh tulisan tangan dan anasir-anasir luar ajarannya yang asli.

SUMBER : http://www.indospiritual.com/artikel_mengenal-ajaran-taoisme.html, http://ms.wikipedia.org/wiki/Taoisme



Monday, June 27, 2011

MERUNGKAI PERSOALAN BUDDHA SEORANG NABI? (bahagian 2)


HUBUNGAN ISLAM DAN BUDDHA:
SATU PENILAIAN

Banyak orang bertanya-tanya, apakah benar ada hubungan antara kedua agama ini dalam sejarah dunia? Kalau ada, bagaimanakah hubungan tersebut? Oleh karena itu marilah kita bahas pertanyaan tersebut[10]. Barangkali antara sebab mengapa dikatakan Buddha mempunyai hubungan dengan Islam adalah kerana terdapat beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang menyatakan setiap umat telah Allah SWT utuskan seorang rasul kepada mereka sebagai pemberi peringatan,

  • "Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya". (Yunus:47).
  • "Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul". (Al-Isra: 15).
  • "Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab: “Benar ada”, Sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”. Dan mereka berkata: “Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk: 8-10)
Maka sekiranya dikatakan bahawa Gautama Buddha itu adalah seorang Rasul yang memberi peringatan kepada kaumnya maka kemungkinan itu bukanlah satu perkara yang mustahil. Hanyasanya yang perlu dilihat adakah ajaran Buddha itu mengajar Tauhid yakni mengesakan Tuhan Semesta Alam untuk melayakkannya diterima sebagai seorang rasul atau tidak. Hal ini diperjelaskan oleh Syeikh Imran bahawa ajaran Buddha tidak dapat menjelaskan konsep berTuhan kecuali yang dinamakan PENCERAHAN (enlightenment) dan Nirvana sahaja. Malah sehingga akhir hayat Buddha, istilah Pencerahan dan Nirvana itu masih kabur dan tidak difahami maksudnya. Kekaburan ini pada akhirnya Buddha sendiri telah dijadikan Tuhan oleh para penganut Buddha kemudiannya sebagai jalan penyelesaian mudah kepada kekosongan ini[11].

Ajaran Buddha yang kita boleh baca hari ini hanya terdiri dari kitab dua mazhab terbesar iaitu mazhab
Hinayana menggunakan bahasa Pali dan Mahayana pula menggunakan bahasaSanskrit yang mana kedua mazhab saling bertentangan dan bercakaran. Kedua bahasa ini telah pun mati atau hilang hari ini, yang tinggal hanyalah berbentuk manuskrip-manuskrip yang sudah menjadi prasasti [12]. Apabila ajaran Buddha hanya tertulis dalam dua bahasa yang sudah pun pupus maka sudah tentu ia tidak sunyi dari perubahan dan campurtangan manusia sebagai mana yang berlaku ke atas ajaran Isa a.s. (Jesus) yang pada awalnya ditulis dalam bahasa Hebrew.

Lebih menyedihkan lagi ajaran Buddha hanya berjaya ditulis dalam lingkungan 400 tahun setelah kewafatan Buddha, menguatkan tanggapan bahawa ajaran Buddha yang ada hari ini bukanlah asli dari Buddha. Kalau Kristian hari ini dikatakan bukan ajaran sebenar Isa a.s. disebabkan banyak terdapat kontradiksi dan penyelewengan fakta tentang kerasulan Isa a.s. dalam Bible maka demikian juga yang berlaku kepada ajaran Buddha yang sehingga ke hari ini tidak diketahui adakah Buddha mengaku mempunyai Tuhan atau dia sendiri yang mengangkat diri sebagai Tuhan?

Untuk membandingkan Buddha dengan Islam adalah mudah dengan hanya menggunakan analogi ajaran Kristian seperti yang dijelaskan di atas. Untuk mendapatkan perbandingan antara Buddha dan Islam yang lebih terperinci kami sarankan para pembaca membaca buku
Islam and Buddhism in the Modern World karangan Syeikh Imran Nazar Hosein.


BUDDHA DALAM AL-QUR'AN?


Dr. Alexander Berzin
, adalah seorang Buddhis yang berusaha mengkaji hubungan Buddha dengan Islam. Dalam kajian beliau yang juga menggunakan kajian-kajian sarjana lain membuktikan bahawa doktrin Sufi yang wujud dalam Islam dan sejarahnya adalah berkait rapat dengan doktrin pembersihan jiwa Buddha. Sebenarnya bukan sahaja Dr. Alexander Berzin yang berusaha "menyamakan" Islam dengan Buddha malah ramai pengkaji lain dari Timur dan Barat yang anti ISLAM melakukan perkara yang sama.

Hal penyamaan ini bukanlah pelik yang sebenarnya bukan hanya dirujuk pada Buddha malah Hindu, Kristian dan Yahudi menurut mereka telah dicedok sehingga terbentuknya Islam. Dengan kata lain
"Islam bukanlah agama dari langit yang diwahyukan Tuhan" tetapi adalah cedokan dari pelbagai agama yang terdahulu. Berkenaan hal ini seorang pakar Perbandingan Agama dari India bernama Dr. Zakir Abdul Karim Naik menjawab,

  • "Sekali pun RAM dan KRISHNA itu adalah utusan (i.e. nabi/rasul) Tuhan (sebagaimana dakwaan umat Hindu), mereka hanyalah bermaksud sebagai utusan pada ketika itu yang hanya menjadi ikutan kaum mereka pada batasan masa itu sahaja. Hari ini, semua golongan manusia seluruh dunia, termasuk India semestinya hanya mengikuti utusan terakhir dan penamat KERASULAN dari Tuhan iaitu Muhammad SAW."[13]
Ini bermakna, betapa pun dakwaan bahawa Islam dicedok atau disamakan dengan agama lain ia tetap tidak akan dapat mengubah keabsahan Islam itu sendiri sebagai agama yang benar dari YANG MAHA BENAR. Sememangnya Islam itu adalah sama dari segi ROH ajaran dengan agama-agama lain adalah berdasarkan kenyataan bahawa setiap agama itu pada asalnya adalah sama datang dari Tuhan Yang Satu sebelum mereka sendiri menyelewengkannya. Islam dengan sifatnya sebagai agama terakhir yang dibawa oleh Muhammad SAW sudah tentu "kelihatan sama" dengan agama yang mereka anut sekali gus menunjukkan bahawa ajaran terawal agama mereka itu (Hindu, Buddha, Yahudi, Kristian, dll) adalah 100% Monoteisme sama sebagaimana yang dibawa oleh Muhammad SAW.

Dengan kata lain Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah
"defoult setting" kepada semua agama sebelumnya yang sudah "corrupted" ditangan para perosak. Kekeliruan ini (menyamakan ajaran Sufi Islam dengan ajaran Buddha @ Hindu) turut mempengaruhi sebahagian umat Islam yang digelar ulama'. Mereka membaca kajian-kajian para musuh-musuh Islam inilah yang kemudian mereka terima sebagai benar "Sufi dicedok dari Buddha dan Hindu" hinggakan ajaranSufi (Tasawwuf) ditanggapi sebagai ajaran bid'ah sesat yang bukan berasal dari Rasulullah SAW.

Hal ini pada akhirnya turut memalit amalan mulia lainnya yang diterima oleh jumhur ulama' muktabar sebagai baik telah mula disesatkan hari ini seperti amalan "
sambutan Malulidurrasul SAW" yang mereka katakan sebagai "Sunnah Abu Jahal" dan mencontohi "amalan Kristian seperti menyambut Krismas sempena kelahiran Jesus a.s."

Maka berbalik kepada maudhu' perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur'an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “
Buddha” dalam Al-Qur'an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur'an dengan Sang Buddha, iaitu pada maksud ayat;

  • "Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?"(At-Tin 95 : 1)
Beliau menjelaskan bahawa buah Zaitun melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus, Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula menunjukkan Islam dan Muhammad SAW. Manakala pohon Tin (fig) pula melambangkan apa?

Tin
(fig) = Pohon Bodhi

Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon
Bodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur'an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.

Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya
Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti ia yang berasal dari Kifl. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur'an:

  • "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar." (Al-Anbiya' 21: 85).
  • "Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik." (Shad 38 : 48).
Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam Al-Qur'an boleh jadi adalah Buddha. Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s. adalah antara nabi yang mempunyai cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor kepada sebahagian ulama' menyamakan watak Dzul-Kifli dalam Al-Qur'an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan sekiranya disuaikan. Berikut beberapa pendapat dan catatan sejarah para ulama' Islam terdahulu tentang Buddha dan ajarannya yang dikumpul oleh Dr. Alexander Berzin,

  • Pada abad ke-8, Khalifah al-Mahdi dan Khalifah al-Rashid mengundang para pelajar Buddha dari India dan Nava Vihara di Balkh ke “Rumah Pengetahuan” (Bayt al-Hikmat) di Baghdad. Khalifah memerintahkan para pelajar Buddhis untuk membantu penterjemahan teks-teks perubatan dan astronomi dari Sanskrit ke bahasa Arab. Hinggakan Ibn al-Nadim pada abad ke-10 M kemudian berjaya menyusun Buku Katalog (Kitab al-Fihrist), juga memberikan daftar teks-teks Buddhis yang diterjemahkan dan ditulis dalam bahasa Arab pada masa itu, seperti Kitab Al-Budd (Buku Buddha, kitab Al-Budd ini didasarkan atas kitab Jatakamala dan Buddhacarita).
  • Keluarga Barmak mempunyai pengaruh di istana Abbasiyyah sampai pada pemerintahan Khalifah Abbasiyyah yang keempat, Harun al-Rashid (r. 786-809 M) dan perdana menterinya iaitu Yahya ibn Barmak adalah cucu Muslim dari salah seorang ketuaadministrator Buddhis dari Nava Vihara di Balkh, Afghanistan. Yahya mengundang para pelajar Buddhis, terutama dari Kashmir untuk datang ke “Rumah pengetahuan” di Baghdad. Tidak ada kitab-kitab ajaran Buddha yang diterjemahkan dari Sanskrit ke bahasa Arab. Namun lebih fokus terhadap penterjemahan teks-teks perubatan Buddhis sepertiSiddhasara yang ditulis Ravigupta.
  • Penulis Umayyad Arab yang bernama Umar ibn al-Azraq al-Kermani tertarik untuk menjelaskan agama Buddha pada penonton Islam. Pada permulaan abad ke-8 M, beliau menulis sebuah catatan yangs angat terperinci tentang Nava Vihara di Balkh, Afghanistan dan tradisi Buddhis di sana. Dia menjelaskan dengan memperlihatkan kesamaan ajaran Buddha dengan agama Islam. Maka dari itu ia mendeskripsikan vihara tersebut sebagai sebuah tempat yang di tengahnya terdapat kotak batu (stupa) yang ditutupi kain dan para penganutnya bersujud dan bernamaskara, mirip seperti Kabah di Mekah. Tulisan-tulisan Al-Kermani tersimpan dalan karya abad ke-10 M iaitu dalam “Buku Lahan(Kitab al-Buldan) yang ditulis oleh Ibn al-Faqih al-Hamadhani.
  • Pada abad ke-9 M, seorang ilmuwan Islam dari Baghdad menterjemahkan kisah Buddha ke dalam bahasa Arab iaitu dalam Kitab al-Budasaf wa BalawharBuku Bodhisattva dan (gurunya) Balawhar” yang ditulis Aban Al-Lahiki (750-815 M) di Baghdad. Teks ini kemudian diterjemahkan lagi dalam bahasa Yunani dan Georgia, terkena pengaruh Kristiani dan akhirnya menjadi Kisah St. Barlaam dan Josaphat di Eropah.
  • Sejarawan Muslim bernama Abu Ja`far Muhammad ibn Jarir al-Tabari (839-923 M), menyebutkan bahawa rupang-rupang (patung-patung?) Buddha dibawa dari Kabul, Afghanistan ke Baghdad pada abad ke-9 M. Juga dilaporkan bahawa rupang-rupang Buddha dijual di sebuah vihara Buddhis dekat masjid Makh di pasar kota Bukhara (Uzbekistan).
Abu Rayhan Al-Biruni

  • Sejarawan Muslim yang terkenal, Abu Rayhan Al-Biruni (973–1048) yang pergi ke India dan menetap di sana selama 13 tahun untuk mengenal bangsa India dan mempelajari teks-teks Sanskrit mendefinisikan Buddha sebagai seorang nabi. Pada waktu dinasti Ghaznavid, sejarawan dari Persi, Al-Biruni menemani Mahmud dari Ghazni pada abad ke-11 M di mana Mahmud menyerang India. Dalam buku Sejarah India (Kitab al-Hind) yang ditulisnya, Al-Biruni memuji Buddha dan ajarannya. Al-Biruni juga menulis sebuah teks yang menceritakan tentang ukiran Buddha di Bamiyan.
  • Ibn al-Nadim (995 M), penulis kitab Al-Fihrist, berkata:
    "Orang-orang ini (Buddhis di Khurasan) adalah yang paling dermawan di antara seluruh penghuni bumi dan semua kaum agama. Ini dikeranakan nabi mereka, Budhasaf(Bodhisattva) telah mengajarkan pada mereka bahawa dosa yang terbesar, di mana tidak diperbolehkan untuk berfikir atau melakukan, adalah perkataan “tidak”. Maka dari itu mereka bertindak sesuai anjurannya dan mereka menganggap perkataan “tidak” sebagai tindakan Syaitan. Inti ajaran agama mereka (Buddha) adalah untuk membasmi Syaitan".
  • Ibn al-Nadim juga menyebut Budhasf (Bodhisattva) sebagai nabi dari Sumaniyya (Sramana) yang bererti para bhiksu Buddhis. Sumaniyya ini dijelaskan oleh kaum Muslim sebagai masyarakat agama yang tinggal di Timur sebelum kedatangan agama-agama yang diwahyukan, yang bererti di Negara Iran sebelum kemunculan Zarathustra (Zoroaster, penyembah api), India dan Tiongkok. Agama Buddha sebagai Sumaniyya dijelaskan oleh umat Muslim pada masa itu sebagai agama penyembah berhala dan penganut paham kekekalan, kosmologi khusus dan tumimbal lahir (Tanasukh al-Arwah). Agama Sumaniyya juga dideskripsikan sebagai agama yang skeptis, menolak argumen (Nazar) dan pemikiran logis (Isitidlal). Dakwaan ini sungguh aneh, kerana agama Buddha tidak menolak argumen sama sekali, bahkan dalam agama Buddha ditekankan pemikiran yang logis.
  • Al-Ihranshahri (abad 9 -10 M) memperincikan kosmologi Buddhis namun telah hilang dan beberapa naskah darinya telah digunakan oleh Al-Biruni sebagai rujukan. Penulis Kitab Al-bad wa-‘l-ta’ rich yang ditulis pada tahun 966 M mendeskripsikan tentang ajaran Buddha dan kelahiran kembali (Ingkernasi).
  • Catatan sejarah Muslim tentang agama Buddha dapat ditemukan dalam Kitab al-Milal wa Nihal yang bererti “The Book of Confessions and Creeds” yang ditulis oleh Muhammad al-Shahrastani (1076–1153 M) di Baghdad pada masa Dinasti Seljuk. Kitab sejarah yang ditulis oleh Al-Shahrastani tersebut adalah kitab yang paling akurat dalam dunia pendidikan Muslim ketika menjelaskan agama Buddha di India. Al-Shahrastani menjelaskan agama Buddha sebagai agama “pencarian kebenaran dengan kesabaran, memberi dan ketidakmelekatan” yang “dekat dengan ajaran Sufi (Mistik Islam)”.
  • Al-Shahrastani memperbandingkan Sang Buddha dengan Al-Khidr a.s. (Eliyah), tokoh dalam Al-Qur'an, sebagai dua orang yang sama-sama mencari pencerahan. Al-Shahrastani juga membandingkan Buddha dengan Bodhisattva (Budhasf). Ia memberikan catatan yang mendeskripsikan penampilan dari para Buddhis (Asahb al-Bidada) di India dan memberikan perhatian yang lebih tentang agama Buddah di India beserta ajaran-ajarannya.
  • Catatan Kamalashri tentang agama Buddha, ada di bahagian akhir Jami al-Tawarikh atau Sejarah Dunia dari Rashid al-Din (1247 - 1318), yang mendeskripsikan secara menyeluruh, dan karya tulis ini ditulis oleh seorang Buddhis dengan menunjukkan banyak aspek-aspek legendaris[14].

KESIMPULAN TANGGAPAN


Apa pun tuduhan dan perbandingan buruk yang dilontar ke atas agama Islam namun ia tetap tidak akan dapat menjejaskan kedudukannya sebagai AGAMA YANG BENAR dan tetap akan bertahan sebagai agama kesatuan umat manusia sehingga kiamat. Al-Qur'an yang menjadi tiang utama Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW tetap akan selamat dan terjaga sebagaimana janji-Nya. Inti Al-Qur'an ialah Tauhid (Monoteisme) yang disusuri oleh hukum-hakam Syari'at sebagai panduan hidup berhubung sesama umat manusia di dunia.

Ajaran Monoteisme ini telah dibenarkan oleh Al-Qur'an sebagai ajaran para nabi dan rasul terdahulu sebelum diselewengkan oleh para penyeleweng. Hal ini turut dibuktikan oleh sejarah bangsa Maya Purba di Peru Amerika bahawa nenek moyang mereka menyembah SATU TUHAN sebelum disesatkan oleh ajaran pagan.
Malah bukanlah mengejutkan sekiranya sejarah ajaran Hindu juga mengakui bahawa ajaran Hindu moyang mereka yang awal adalah Monoteisme yakni menyembah Tuhan Yang Satu dan mengharamkan penyembahan patung.

  • "Hindu Pundit dan para ilmuwannya bersetuju bahawa ajaran Veda dan ajaran dalam kiktab-kitab Hindu lainnya melarang (i.e. mengharamkan) penyembahan patung, tetapi oleh kerana mungkin permulaan (i.e. mengingat Tuhan) itu kurang matang, maka patung digunakan sebagai cara untuk konsentrasi. Setelah fikiran dapat mencapai kesedaran maka patung sesembahan tidak diperlukan lagi untuk dapatkan konsentrasi."[15]
Ajaran Kristian juga mengalami nasib yang sama sebagaimana Hindu yang dinyatakan di atas kerana membuat patung atau gambar Jesus dan mempertuhankannya. Demikian juga yang berlaku ke atas ajaran Buddha yang ketika hayatnya tidak menggunakan patung malah tidak menyukai kesesatan yang dilakukan oleh penganut Hindu ketika itu tetapi apa yang berlaku hari ini Buddha pula yang dijadikan patung lalu disembah.

Walau pun para penganut Buddha hari ini menafikan tuduhan bahawa diri mereka menyembah Buddha tetapi pada hakikatnya dengan adanya patung dan upacara menyembah ke arah patung menunjukkan mereka benar-benar menyembah Buddha.


Akhirnya, kesimpulan yang jelas terhadap Buddha dan agama lain ialah pada asalnya adalah ISLAM (berserah diri kepada Allah SWT) yang menyembah SATU TUHAN dan yakin terhadap KEESAANNYA. Maka kesamaan amalan yang ada dalam Islam dengan agama lain bukanlah "dicedok" tetapi "itulah Islam" sejak azali.