"KEBAIKAN SOLAT MENURUT SAINS"
Monday, February 2, 2026
Wednesday, October 7, 2015
Teknologi vs Syurgawi
Pasal Dimensi vs Teknologi vs Syurgawi
--------------------------------------------------
Ada yg mengatakan den
dan rakan-rakan menafsir agama
dengan teknologi
atau lebih teruk menganut
agama Sciencetology ( rujuk Wiki)
tetapi apa yg kami
cuba khabarkan ialah
kehebatan Teknologi Ilahi itu sendiri
1 Dimensi ..Alam suatu bentuk titik shj
2 Dimensi..Alam ada panjang & lebar shj
(kedua2 dimensi ini ada makhluknya mgkn
makhluk berbentuk rohani unsur atau jin
atau malaikat peringkat rendah)
3 Dimensi..Alam manusia & haiwan
ada panjang, lebar dan tinggi ( ada isipadu)
menguasai ruang tapi tak menguasai masa.
Terpaksa bekerja
atau bergerak untuk mengubah atau membuat
sesuatu (proses).
Alam ini penuh kesusahan dan di sisi Allah
tiada nilai walaupun sebelah kepak nyamuk
4 Dimensi..Alam ini ada mguasai dimensi masa
mereka tak perlu memproses spt makan
berjalan atau tempat tinggal. Mereka menjaga
pintu-pintu ruang masa. Mereka mungkin suatu
entiti cahaya atau kuasa sub atomik. Mungkin
terdapat insan-insan istimewa berjaya ke sini
Mereka ini mungkin dikategori Ancient Alien atau
Ancient Astronaut
Mungkin ini pintu langit ke 2
5 Dimensi..Alam ini entiti bukan shj menguasai
masa tetapi mungkin menguasai niat atau kehendak
Ini mungkin alam yg lebih tinggi atau mungkin
di syurga peringkat rendah . Teknologi sangat tinggi
Barang yg dikehendaki maka menjadi
Tiada resah gelisah
6 Dimensi...Alam ini tiada siapa ketahui. Mungkin ini
syurga peringkat sederhana. Ada yg mgatakan mereka
boleh berada di mana2 zaman, masa dan dimensi
Ramai yg tersalah sangka siapa mereka jika
terserempak dgn mereka. Mungkin dianggap sbagai
Tuhan, Dewa atau Blackhole dsbaginya
7 Dimensi..den dah habis idea...
Jika dalam peristiwa Israq & Mikraj didapati
ada 2 teknologi penting iaitu
1. Pembedahan- mungkin utk ubahsuai jasad utk ke dimensi
lebih ke atas
2. Buraq - suatu makhluk, suatu makhluk teknologi ( tak diketahui
dari dimensi mana)
Jadi kami bukan komikal apatah lagi penganut scientologi
Kami mengambil cabaran Al Quran utk mengkaji
kebesaran Allah swt di bumi & langit
Thoorvanggggggggggggg
Credits to Tok P.A
dug drom this site : http://mrsmmersing.blogspot.my/2014/11/pasal-dimensi-vs-teknologi-vs-syurgawi.html
Monday, July 8, 2013
Kajian Agama-Agama Dunia(4) : Manichaesme
Mani adalah pendiri agama Manikheisme yang hidup pada abad ketiga. Ia dilahirkan di desa Mardinu, di gurun Nahr Kuta, Babilonia Selatan pada 14 April 216.Mani tidak sekadar pendiri agama Manikheisme, ia juga seorang fisuf, astrolog, dan pelukis dari Persia. Pada 277 M, ia harus meninggal karena dieksekusi oleh pemerintahan Persia, tetapi agama yang didirikannya terus bertumbuh dan berkembang.
Menurut sumber-sumber Arab Islam, ayahnya bernama Fatak, seorang bangsawan Persia yang kemudian pindah ke Ktesifon. Disana ia mendapatkan pendidikan yang baik. Pada mulanya ia masuk anggota sekte Gnostik Yahudi, tetapi itu segera ditinggalkannya setelah mendapat wahyu ilahi pada tahun 228 M. Pada tahun 241, ia mulai mengajarkan wahyu yang didapatkannya pada banyak orang. Ia pergi ke Barat Daya India karena ajaran yang disebarkannya tidak terlalu berhasil di tanah kelahirannya sendiri, tetapi justru disitulah ia kemudian berhasil memasukkan penguasa lokal ke dalam agama Mani. pada tahun 242, ia kembali ke Persia dan berhasil mendapatkan perhatian raja Shapur I. Kekagumannya pada agama Mani membuat agama Mani dapat berkembang karena Mani diberikan izin untuk menyebarkan ajarannya di seluruh Imperium Persia/Sassanid. Pengikut agama Mani pun semakin banyak sehingga mampu mengutus penginjil keluar daerah. Tetapi hal ini menimbulkan kecemburuan dari para pendeta Zoroaster yang merupakan agama negara Persia di bawah dinasti Sassanid.Pada tahun 276, setelah raja Bahram I naik takhta, Mani ditangkap dan dipenjara.Ia akhirnya harus tewas karena mengalami penyiksaan yang begitu berat.Selama hidupnya, ia menulis beberapa buku; satu dalam bahasa Persia dan yang lain dalam bahasa Syriac (bahasa Semit yang dekat dengan bahasa Aramaik dari zaman Yesus). Buku inilah yang menjadi sumber utama agama Manikheisme. Sepeninggal Mani, pengikut-pengikutnya mengungsi ke beberapa tempat sehingga tersebarlah ajaran Mani di Mesopotamia, Afrika Utara, Sisilia, Italia dan Spanyol. Tetapi Manikheisme hilang pada abad ke-6.
Manikheisme mengajarkan bahwa terdapat dua kerajaan besar, yaitu kerajaan Terang dan kerajaan Gelap yang sudah berperang sejak awal. Dunia ini muncul sebagai hasil dari peperangan tersebut, karena itulah dunia kemudian dianggap memiliki dua unsur yaitu terang dan gelap atau baik dan jahat. Setiap orang adalah anak terang sekaligus anak gelap, dalam artian jiwa manusia yang baik terjebak dalam tubuh manusia yang sebenarnya jahat. Keselamatan dipahami sebagai tindakan pembebasan jiwa dari genggaman tubuh dengan mempraktekkan askese. Dalam hal ini, penderitaan Yesus dianggap sebagai sesuatu yang semu karena merupakan lambang dari terbelenggunya jiwa dalam tubuh.Agama Mani merupakan gabungan dari Zoroaster, Budha dan Kristen, tetapi ia mengklaim kalau pewahyuannya lebih lengkap dari tiga agama besar ini.
Tata ibadah agama Mani sangat sederhana karena hanya mengulangi rumusan doa tertentu, berpuasa, dan mengakui dosa. Mereka berdoa empat kali sehari yang didahului dengan pembasuhan kaki. Pada waktu beribadah, mereka memandang ke arah matahari atau bulan sebagai sumber terang. Ibadah pada hari Minggu dipandang sebagai penyembahan terhadap terang atau matahari. Puasanya terbagi atas mingguan, bulanan, tahunan. Sakramenpun hanya diikuti oleh orang yang dianggap sebagai golongan sempurna, juga tidak menggunakan anggur karena bagi mereka Kristus tidak berdarah. Ekaristi merupakan peringatan dari terbelenggunya jiwa pada materi (kejahatan).
Mengenai Ajaran Manichaeism petikan dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Mani_(nabi)
Friday, January 6, 2012
Habib Sheikh Abdul Qodir As Segaff

HABIB SYECH ABDUL QODIR ASSEGAF
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya. Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout.
Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo. Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama'ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.
Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .
Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.
PETIKAN : http://syechermania.blogspot.com/2010/09/habib-syech-abdul-qodir-assegaf.html
Tuesday, December 20, 2011
KONSEP TAUHID DALAM ISLAM,KRISTIAN DAN HINDU(AJARAN ASAL))
Assalamualaikum wbt buat saudara serta saudara muslimin dan muslimat, saya cuma nak berkongsi sedikit tentang Konsep Iman Kepada Allah swt yang merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam. Sebenarnya hakikat yang dikatakan beriman ini tidak hanya diletakkan pada orang yang mempercayai wujud Tuhan semata-mata, kerana manusia yang tidak mengiktiraf wujudnya Tuhan juga adalah orang yang beriman.
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula di peranakkan dan Dia tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya”.
(Yohanes 17:3)
“Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.
“Maka jawab Yesus kepadanya, HUKUM YANG TERUTAMA ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun ALLAH TUHAN KITA ialah Tuhan yang Esa.”
“Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.
“Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”
“Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”
“Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
“Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari pada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku”
(Surah An-Nisaa’ 4:164)
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia
Dia tidak bisa dilihat, tidak ada orang mampu melihat dengan mata.
Allah Tuhan yang tidak dilahirkan, tiada permulaan, Tuhan Seru Sekalian Alam.
Tiada rupa buat Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia berhak disembah.
Allah tidak berbentuk dan Dia Suci
Allah Maha Esa. Panggilah dengan berbagai nama.
Tuhan itu satu, Dia disebut dengan berbagai nama.
Kami tidak menyembah seseorang kecuali Allah yang satu.
Sembahlah Dia saja Tuhan yang sesungguhnya.
Tuhan hanya satu tidak ada sekutu dengan-Nya
Allah itu tidak beribu bapa.
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.
Sunday, October 16, 2011
Ke Arah MELAYU ISLAM Maju Jaya.....
Saturday, July 9, 2011
Kajian Agama-Agama Besar Dunia(3): TAOISME
Kitab-kitab suci dalam ajaran Taoisme termasuk Tao Te Ching dan Zhuangzi. Menurut ajaran Tao, setiap kejadian dalam dunia ini dilumrahkan berpasang-pasangan yang digelar sebagai "Yin dan Tang". Kedua unsur ini boleh dikatakan paksi 'negatif dan positif' dalam setiap kejadian dan memiliki tenaga sendiri. Setiap kejadian alam memiliki unsur ini, dan unsur ini saling melengkapi bagi menyempurnakan keseimbangan alam semesta. Contohnya setiap benda dijadikan berpasangan seperti, siang lawannya malam, panas lawannya sejuk, hidup lawannya mati, baik lawannya jahat, dan sebagainya.
Dalam pengajian masyarakat Cina, Taoisme banyak menyumbang pengaruh terbesar dalam masyarakat Cina seperti senaman Tai Chi, latihan tenaga dalam Qigong, bidang medik, kesihatan, ilmu kimia dan alchemi, musik, kesenian dan sebagainya. Sepanjang perkembangan ajaran Taoisme, ia telah melalui berbagai perubahan dari segi ajaran dan modifikasi kaedah peribadatan dan kaedah perjalanan kerohanian masing-masing. Maka wujudlah beberapa aliran yang begitu banyak dalam ajaran Tao yang memiliki ranting-ranting yang berbeza antara satu sama lainnya.
Jadi, seperti agama-agama lain, agama Taoisme yang sinonimnya dengan masyarakat Cina ini, juga tidak terlepas dari pengaruh tulisan tangan dan anasir-anasir luar ajarannya yang asli.
SUMBER : http://www.indospiritual.com/artikel_mengenal-ajaran-taoisme.html, http://ms.wikipedia.org/wiki/Taoisme
Monday, June 27, 2011
MERUNGKAI PERSOALAN BUDDHA SEORANG NABI? (bahagian 2)
Banyak orang bertanya-tanya, apakah benar ada hubungan antara kedua agama ini dalam sejarah dunia? Kalau ada, bagaimanakah hubungan tersebut? Oleh karena itu marilah kita bahas pertanyaan tersebut[10]. Barangkali antara sebab mengapa dikatakan Buddha mempunyai hubungan dengan Islam adalah kerana terdapat beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang menyatakan setiap umat telah Allah SWT utuskan seorang rasul kepada mereka sebagai pemberi peringatan,
- "Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya". (Yunus:47).
- "Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul". (Al-Isra: 15).
- "Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab: “Benar ada”, Sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”. Dan mereka berkata: “Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk: 8-10)
Ajaran Buddha yang kita boleh baca hari ini hanya terdiri dari kitab dua mazhab terbesar iaitu mazhab Hinayana menggunakan bahasa Pali dan Mahayana pula menggunakan bahasaSanskrit yang mana kedua mazhab saling bertentangan dan bercakaran. Kedua bahasa ini telah pun mati atau hilang hari ini, yang tinggal hanyalah berbentuk manuskrip-manuskrip yang sudah menjadi prasasti [12]. Apabila ajaran Buddha hanya tertulis dalam dua bahasa yang sudah pun pupus maka sudah tentu ia tidak sunyi dari perubahan dan campurtangan manusia sebagai mana yang berlaku ke atas ajaran Isa a.s. (Jesus) yang pada awalnya ditulis dalam bahasa Hebrew.
Lebih menyedihkan lagi ajaran Buddha hanya berjaya ditulis dalam lingkungan 400 tahun setelah kewafatan Buddha, menguatkan tanggapan bahawa ajaran Buddha yang ada hari ini bukanlah asli dari Buddha. Kalau Kristian hari ini dikatakan bukan ajaran sebenar Isa a.s. disebabkan banyak terdapat kontradiksi dan penyelewengan fakta tentang kerasulan Isa a.s. dalam Bible maka demikian juga yang berlaku kepada ajaran Buddha yang sehingga ke hari ini tidak diketahui adakah Buddha mengaku mempunyai Tuhan atau dia sendiri yang mengangkat diri sebagai Tuhan?
Untuk membandingkan Buddha dengan Islam adalah mudah dengan hanya menggunakan analogi ajaran Kristian seperti yang dijelaskan di atas. Untuk mendapatkan perbandingan antara Buddha dan Islam yang lebih terperinci kami sarankan para pembaca membaca buku Islam and Buddhism in the Modern World karangan Syeikh Imran Nazar Hosein.
BUDDHA DALAM AL-QUR'AN?
Dr. Alexander Berzin, adalah seorang Buddhis yang berusaha mengkaji hubungan Buddha dengan Islam. Dalam kajian beliau yang juga menggunakan kajian-kajian sarjana lain membuktikan bahawa doktrin Sufi yang wujud dalam Islam dan sejarahnya adalah berkait rapat dengan doktrin pembersihan jiwa Buddha. Sebenarnya bukan sahaja Dr. Alexander Berzin yang berusaha "menyamakan" Islam dengan Buddha malah ramai pengkaji lain dari Timur dan Barat yang anti ISLAM melakukan perkara yang sama.
Hal penyamaan ini bukanlah pelik yang sebenarnya bukan hanya dirujuk pada Buddha malah Hindu, Kristian dan Yahudi menurut mereka telah dicedok sehingga terbentuknya Islam. Dengan kata lain "Islam bukanlah agama dari langit yang diwahyukan Tuhan" tetapi adalah cedokan dari pelbagai agama yang terdahulu. Berkenaan hal ini seorang pakar Perbandingan Agama dari India bernama Dr. Zakir Abdul Karim Naik menjawab,
- "Sekali pun RAM dan KRISHNA itu adalah utusan (i.e. nabi/rasul) Tuhan (sebagaimana dakwaan umat Hindu), mereka hanyalah bermaksud sebagai utusan pada ketika itu yang hanya menjadi ikutan kaum mereka pada batasan masa itu sahaja. Hari ini, semua golongan manusia seluruh dunia, termasuk India semestinya hanya mengikuti utusan terakhir dan penamat KERASULAN dari Tuhan iaitu Muhammad SAW."[13]
Dengan kata lain Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah "defoult setting" kepada semua agama sebelumnya yang sudah "corrupted" ditangan para perosak. Kekeliruan ini (menyamakan ajaran Sufi Islam dengan ajaran Buddha @ Hindu) turut mempengaruhi sebahagian umat Islam yang digelar ulama'. Mereka membaca kajian-kajian para musuh-musuh Islam inilah yang kemudian mereka terima sebagai benar "Sufi dicedok dari Buddha dan Hindu" hinggakan ajaranSufi (Tasawwuf) ditanggapi sebagai ajaran bid'ah sesat yang bukan berasal dari Rasulullah SAW.
Hal ini pada akhirnya turut memalit amalan mulia lainnya yang diterima oleh jumhur ulama' muktabar sebagai baik telah mula disesatkan hari ini seperti amalan "sambutan Malulidurrasul SAW" yang mereka katakan sebagai "Sunnah Abu Jahal" dan mencontohi "amalan Kristian seperti menyambut Krismas sempena kelahiran Jesus a.s."
Maka berbalik kepada maudhu' perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur'an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur'an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur'an dengan Sang Buddha, iaitu pada maksud ayat;
- "Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?"(At-Tin 95 : 1)
Tin (fig) = Pohon Bodhi
Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohonBodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur'an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.
Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunyaBuddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur'an:
- "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar." (Al-Anbiya' 21: 85).
- "Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik." (Shad 38 : 48).
- Pada abad ke-8, Khalifah al-Mahdi dan Khalifah al-Rashid mengundang para pelajar Buddha dari India dan Nava Vihara di Balkh ke “Rumah Pengetahuan” (Bayt al-Hikmat) di Baghdad. Khalifah memerintahkan para pelajar Buddhis untuk membantu penterjemahan teks-teks perubatan dan astronomi dari Sanskrit ke bahasa Arab. Hinggakan Ibn al-Nadim pada abad ke-10 M kemudian berjaya menyusun Buku Katalog (Kitab al-Fihrist), juga memberikan daftar teks-teks Buddhis yang diterjemahkan dan ditulis dalam bahasa Arab pada masa itu, seperti Kitab Al-Budd (Buku Buddha, kitab Al-Budd ini didasarkan atas kitab Jatakamala dan Buddhacarita).
- Keluarga Barmak mempunyai pengaruh di istana Abbasiyyah sampai pada pemerintahan Khalifah Abbasiyyah yang keempat, Harun al-Rashid (r. 786-809 M) dan perdana menterinya iaitu Yahya ibn Barmak adalah cucu Muslim dari salah seorang ketuaadministrator Buddhis dari Nava Vihara di Balkh, Afghanistan. Yahya mengundang para pelajar Buddhis, terutama dari Kashmir untuk datang ke “Rumah pengetahuan” di Baghdad. Tidak ada kitab-kitab ajaran Buddha yang diterjemahkan dari Sanskrit ke bahasa Arab. Namun lebih fokus terhadap penterjemahan teks-teks perubatan Buddhis sepertiSiddhasara yang ditulis Ravigupta.
- Penulis Umayyad Arab yang bernama Umar ibn al-Azraq al-Kermani tertarik untuk menjelaskan agama Buddha pada penonton Islam. Pada permulaan abad ke-8 M, beliau menulis sebuah catatan yangs angat terperinci tentang Nava Vihara di Balkh, Afghanistan dan tradisi Buddhis di sana. Dia menjelaskan dengan memperlihatkan kesamaan ajaran Buddha dengan agama Islam. Maka dari itu ia mendeskripsikan vihara tersebut sebagai sebuah tempat yang di tengahnya terdapat kotak batu (stupa) yang ditutupi kain dan para penganutnya bersujud dan bernamaskara, mirip seperti Kabah di Mekah. Tulisan-tulisan Al-Kermani tersimpan dalan karya abad ke-10 M iaitu dalam “Buku Lahan” (Kitab al-Buldan) yang ditulis oleh Ibn al-Faqih al-Hamadhani.
- Pada abad ke-9 M, seorang ilmuwan Islam dari Baghdad menterjemahkan kisah Buddha ke dalam bahasa Arab iaitu dalam Kitab al-Budasaf wa Balawhar “Buku Bodhisattva dan (gurunya) Balawhar” yang ditulis Aban Al-Lahiki (750-815 M) di Baghdad. Teks ini kemudian diterjemahkan lagi dalam bahasa Yunani dan Georgia, terkena pengaruh Kristiani dan akhirnya menjadi Kisah St. Barlaam dan Josaphat di Eropah.
- Sejarawan Muslim bernama Abu Ja`far Muhammad ibn Jarir al-Tabari (839-923 M), menyebutkan bahawa rupang-rupang (patung-patung?) Buddha dibawa dari Kabul, Afghanistan ke Baghdad pada abad ke-9 M. Juga dilaporkan bahawa rupang-rupang Buddha dijual di sebuah vihara Buddhis dekat masjid Makh di pasar kota Bukhara (Uzbekistan).
- Sejarawan Muslim yang terkenal, Abu Rayhan Al-Biruni (973–1048) yang pergi ke India dan menetap di sana selama 13 tahun untuk mengenal bangsa India dan mempelajari teks-teks Sanskrit mendefinisikan Buddha sebagai seorang nabi. Pada waktu dinasti Ghaznavid, sejarawan dari Persi, Al-Biruni menemani Mahmud dari Ghazni pada abad ke-11 M di mana Mahmud menyerang India. Dalam buku Sejarah India (Kitab al-Hind) yang ditulisnya, Al-Biruni memuji Buddha dan ajarannya. Al-Biruni juga menulis sebuah teks yang menceritakan tentang ukiran Buddha di Bamiyan.
- Ibn al-Nadim (995 M), penulis kitab Al-Fihrist, berkata:
"Orang-orang ini (Buddhis di Khurasan) adalah yang paling dermawan di antara seluruh penghuni bumi dan semua kaum agama. Ini dikeranakan nabi mereka, Budhasaf(Bodhisattva) telah mengajarkan pada mereka bahawa dosa yang terbesar, di mana tidak diperbolehkan untuk berfikir atau melakukan, adalah perkataan “tidak”. Maka dari itu mereka bertindak sesuai anjurannya dan mereka menganggap perkataan “tidak” sebagai tindakan Syaitan. Inti ajaran agama mereka (Buddha) adalah untuk membasmi Syaitan".
- Ibn al-Nadim juga menyebut Budhasf (Bodhisattva) sebagai nabi dari Sumaniyya (Sramana) yang bererti para bhiksu Buddhis. Sumaniyya ini dijelaskan oleh kaum Muslim sebagai masyarakat agama yang tinggal di Timur sebelum kedatangan agama-agama yang diwahyukan, yang bererti di Negara Iran sebelum kemunculan Zarathustra (Zoroaster, penyembah api), India dan Tiongkok. Agama Buddha sebagai Sumaniyya dijelaskan oleh umat Muslim pada masa itu sebagai agama penyembah berhala dan penganut paham kekekalan, kosmologi khusus dan tumimbal lahir (Tanasukh al-Arwah). Agama Sumaniyya juga dideskripsikan sebagai agama yang skeptis, menolak argumen (Nazar) dan pemikiran logis (Isitidlal). Dakwaan ini sungguh aneh, kerana agama Buddha tidak menolak argumen sama sekali, bahkan dalam agama Buddha ditekankan pemikiran yang logis.
- Al-Ihranshahri (abad 9 -10 M) memperincikan kosmologi Buddhis namun telah hilang dan beberapa naskah darinya telah digunakan oleh Al-Biruni sebagai rujukan. Penulis Kitab Al-bad wa-‘l-ta’ rich yang ditulis pada tahun 966 M mendeskripsikan tentang ajaran Buddha dan kelahiran kembali (Ingkernasi).
- Catatan sejarah Muslim tentang agama Buddha dapat ditemukan dalam Kitab al-Milal wa Nihal yang bererti “The Book of Confessions and Creeds” yang ditulis oleh Muhammad al-Shahrastani (1076–1153 M) di Baghdad pada masa Dinasti Seljuk. Kitab sejarah yang ditulis oleh Al-Shahrastani tersebut adalah kitab yang paling akurat dalam dunia pendidikan Muslim ketika menjelaskan agama Buddha di India. Al-Shahrastani menjelaskan agama Buddha sebagai agama “pencarian kebenaran dengan kesabaran, memberi dan ketidakmelekatan” yang “dekat dengan ajaran Sufi (Mistik Islam)”.
- Al-Shahrastani memperbandingkan Sang Buddha dengan Al-Khidr a.s. (Eliyah), tokoh dalam Al-Qur'an, sebagai dua orang yang sama-sama mencari pencerahan. Al-Shahrastani juga membandingkan Buddha dengan Bodhisattva (Budhasf). Ia memberikan catatan yang mendeskripsikan penampilan dari para Buddhis (Asahb al-Bidada) di India dan memberikan perhatian yang lebih tentang agama Buddah di India beserta ajaran-ajarannya.
- Catatan Kamalashri tentang agama Buddha, ada di bahagian akhir Jami al-Tawarikh atau Sejarah Dunia dari Rashid al-Din (1247 - 1318), yang mendeskripsikan secara menyeluruh, dan karya tulis ini ditulis oleh seorang Buddhis dengan menunjukkan banyak aspek-aspek legendaris[14].
KESIMPULAN TANGGAPAN
Apa pun tuduhan dan perbandingan buruk yang dilontar ke atas agama Islam namun ia tetap tidak akan dapat menjejaskan kedudukannya sebagai AGAMA YANG BENAR dan tetap akan bertahan sebagai agama kesatuan umat manusia sehingga kiamat. Al-Qur'an yang menjadi tiang utama Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW tetap akan selamat dan terjaga sebagaimana janji-Nya. Inti Al-Qur'an ialah Tauhid (Monoteisme) yang disusuri oleh hukum-hakam Syari'at sebagai panduan hidup berhubung sesama umat manusia di dunia.
Ajaran Monoteisme ini telah dibenarkan oleh Al-Qur'an sebagai ajaran para nabi dan rasul terdahulu sebelum diselewengkan oleh para penyeleweng. Hal ini turut dibuktikan oleh sejarah bangsa Maya Purba di Peru Amerika bahawa nenek moyang mereka menyembah SATU TUHAN sebelum disesatkan oleh ajaran pagan. Malah bukanlah mengejutkan sekiranya sejarah ajaran Hindu juga mengakui bahawa ajaran Hindu moyang mereka yang awal adalah Monoteisme yakni menyembah Tuhan Yang Satu dan mengharamkan penyembahan patung.
- "Hindu Pundit dan para ilmuwannya bersetuju bahawa ajaran Veda dan ajaran dalam kiktab-kitab Hindu lainnya melarang (i.e. mengharamkan) penyembahan patung, tetapi oleh kerana mungkin permulaan (i.e. mengingat Tuhan) itu kurang matang, maka patung digunakan sebagai cara untuk konsentrasi. Setelah fikiran dapat mencapai kesedaran maka patung sesembahan tidak diperlukan lagi untuk dapatkan konsentrasi."[15]
Walau pun para penganut Buddha hari ini menafikan tuduhan bahawa diri mereka menyembah Buddha tetapi pada hakikatnya dengan adanya patung dan upacara menyembah ke arah patung menunjukkan mereka benar-benar menyembah Buddha.Akhirnya, kesimpulan yang jelas terhadap Buddha dan agama lain ialah pada asalnya adalah ISLAM (berserah diri kepada Allah SWT) yang menyembah SATU TUHAN dan yakin terhadap KEESAANNYA. Maka kesamaan amalan yang ada dalam Islam dengan agama lain bukanlah "dicedok" tetapi "itulah Islam" sejak azali.









